Foto untuk : Jefry Noer bersama Hj Eva Yuliana dan Rahmat Jevary Juniardo foto bersama Exco Pelancongan Perak Malaysia, Datok Noorlee bt Radzi di Malaysia

Malaysia Akan Bangun Kawasan Paduan RTMPE dan Wisata


Malaysia - Pejabat Exco Pelancongan Perak Malaysia, Datok Noorlee bt. Radzi akan membangun kawasan paduan program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) dan Pusat Pelancongan dan Rawatan Alternative Indonesia seluas 20 ha di Bukit Gantang Malaysia.

"Program RTMPE inovasi wisata akan dibuat di Bukit Gantang Malaysia yang dimotori oleh Exco Pelancongan Perak Malaysia, Datok Noorlee bt. Radzi dengan anggaran pribadi seluas 20 ha di Kampar, Perak," kata Datok Noorlee didampingi Kamal Bakri Mohd dari Warisan Taiping Malaysia saat lawatan mantan Bupati Kampar, Jefry Noer bersama anggota DPRD Provinsi Riau, Indonesia, Hj Eva Yuliana dan Rahmat Jevary Juniardo ke negeri jiran Malaysia selama lima hari memenuhi undangan para pejabat dan Ahli Parlemen Malaysia, Datok Nazlan

Datok Noorlee sangat tertarik pengembangan program RTMPE dipadukan dengan kawasan wisata, sebab disana akan dibuat menjadi tempat Pusat Pelancongan dan Rawatan Alternative wisatawan Indonesia sekaligus tempat belajar bagaimana memafaatkan lahan pertanian terpadu menjadi lebih menarik dan menghasilkan uang yang banyak. “Pembangunan Eco-Tourism Perak melalui UMNO dibuat di Bukit Gantang,” ujarnya.

Dia katakan, orang Kampar tinggal di Malaysia sangat banyak dan ini perlu dimenej dengan baik, sehingga mereka dapat lebih nyaman. 

"Ini merupakan buah kesepahaman melanjutkan program RTMPE di Malaysia memenuhi undangan dari para pejabat dan Ahli Parlemen Malaysia, saya sangat bersyukur mereka banyak yang berminat mendalami untuk menerapkan RTMPE di kawasan pertanian warga Malaysia ini," kata mantan Bupati Kampar, Jefry Noer dalam pertemuan dengan berbagai pejabat dan petani disana.

Sebelumnya, kata Jefry, sebanyak 20 orang warga Malaysia dibawa oleh Datok Sarani datang ke Kampar, Indonesia belajar RTMPE dilatih selama dua minggu. Dari itu mereka sangat tertarik dan akan menerapkan hal yang sama di Malaysia ini.

Pertemuan pertama dilaksanakan di Hotel Flamingo Malaysia bersama Datok Nazlan bersama pengusaha disana, Kamis (2/3), dilanjutkan ke Bukit Gantang bertemu dengan Exco Pelancongan Perak Malaysia, Datok Noorlee bt. Radzi. Keesokan harinya, Jumat (3/3) Jefry Noer diajak meninjau lokasi seluas 12 ha yang akan di buat lahan percontohan RTMPE di Kabupaten Jerantuk Malaysia. Kemudian bertemu dengan Orang Besar Jajahan (OBJ) Kampar Perak Malaysia, Datuk Abdul Talib bin Abdul Fahmi bersama MD Yusuf bin Alang Ahmad, Pengurus Pertubuhan Peladang Kawasan Kinta Selatan, Ketua Kampung, Pejabat Daerah Kampar di Grand Kampar Hotel Perak Malaysia, Sabtu (4/3).

Ahli Parlemen Jerantuk Termeluh Pahang, Malsysia, Datuk Nazlan ingin belajar lebih mendalam tentang program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) yang digagas mantan Bupati Kampar, Jefry Noer untuk diterapkan di Desa Jerantuk. Dia sudah berulang kali ke Kubang Jaya melihat lokasi RTMPE, menurutnya Kampar menerapkan ilmu dan teknologi pertanian terpadu secara maksimal mulai dari kotoran dan urine sapi sampai pada pengolahannya menjadi sumber bahan bakar pengganti elpiji.

"Saya minta buatkan RTMPE seperti di Kubang yang dilaksanakan oleh pak Jefry Noer itu di Jerantuk ini, supaya dapat diterapkan lebih baik supaya masyarakat petani yang ada bisa belajar mendalami ilmu pertanian, tujuan program ini adalah langkah cepat membantu kumpulan rakyat keluar dari kemiskinan, sekurangnya ada pekerjaan dan pak Jefry yang akan menjadi konsultannya, sebab kalau harus belajar bolak-balik ke Kampar, memerlukan biaya yang tinggi," kata Datuk Nazlan ini.

Dia sangat yakin, kalau di jayakan (digelontorkan) di Malaysia maka hasrat Kerajaan Malaysia untuk mengatasi masyarakat miskin dan keseriusan anak muda maka dapat tercapai dengan cepat, “Lapangan pekerjaan sudah ada dan cukup dapat menghasilkan uang Rp25 juta atau 8 ribu ringgit per bulan dengan memelihara lembu, ikan, pengolahan urine dan kotoran sapi serta pemanfaatan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sayur, bawang, cabaui, telur ayam,” terangnya.

Jefry bersama istri dan anaknya, Eva Yuliana dan Rahmat Jevary Juniardo diajak melihat lokasi yang akan dijadikan pilot project RTMPE disana. Lahan ini seluas 12 ha merupakan lahan tanah desa milik Kerajaan Malaysia yang diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan untuk membuat usaha atau keperluan lainnya.

“Kami persiapkan lahan ini mulai minggu depan untuk lokasi percontohan RTMPE digunakan bagi masyarakat yang akan belajar bercocok tanam dan mendalami ilmu teknologi pertanian terpadu seperti di Kubang Jaya Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Indonesia," kata Ahli Parlemen (anggota legislatif) Malaysia, Datuk Nazlan dalam pertemuan dengan Jefry Noer, bersama pejabat dan para petani Kabupaten Jerantut dari Malaysia.

Satu bangunan besar 20 x 12 meter yang ada ditengah lahan ini akan dijadikan tempat mereka belajar mengenyam ilmu pertanian terpadu, "Gedung ini nantinya akan dijadikan ruang belajar bagi para petani atau peserta latihan dan meminta kepada pak Jefry menjadi konsultannya," ujarnya.

Dia sampaikan bahwa Program RTMPE ini sangat cocok dan menarik diterapkan untuk masyarakat disini, pejabat dan Kerajaan Malaysia menyediakan fasilitas dan sarana lainnya buat masyarakat, tinggal bagaimana mereka merubah sikap, mau membenahi diri, sebab dalam membangun perubahan sikap atau pola pikir menjadi modal dasar untuk mencapai kemajuan hidup menjadi lebih baik. Menurutnya permasalahan terbesar adalah merubah sikap masyarakat agar lebih rajin, kreativ dan 

Ketua Kampung Gintong, Hasan menyebutkan bahwa warga Malaysia banyak yang berminat mengembangkan program RTMPE ini seperti di Kabupaten Kampar, Riau, Indonesia, mereka mayoritas memiliki usaha kebun sawit dan karet. Rata-rata di Malaysia ini tidak ada yang hidup miskin, satu rumah minimal memiliki satu unit mobil, sekitar 60 keluarga hidup sederhana. 

Serupa dengan itu seorang Cikgu, SMK Kota Gelanggi II, Khairul Nizam bin Harun menyampaikan “Apa yang menjadi program bapak Jefry Noer itu, saya dan warga Kabupaten Jerantut Desa Bukit Puas Gintong disini sangat berminat, bagaimana membuat hidup menjadi lebih baik, saya sangat yakin ini dapat berjalan, sebab bahan mentah ada, pakan, ruang atau tempat tersedia dan bantuan kerajaan Malaysia mantap, tinggal warga disini mampu merubah sikap mau tidak, tersedia lahan seluas 12 ha yang merupakan tanah wakaf Kerajaan Malaysia yang akan dijadikan pilot project nantinya,” ujarnya.

Dia sampaikan bahwa karakter masyarakat disini tidak jauh berbeda dengan di Kampar-Indonesia, “Yang rajin semakin kaya, yang malas yah begitu saja,” kata dia. 

Di tempat berbeda, pada perkampungan masyarakat Kampar, Perak yang ada di Malaysia juga berharap hal yang sama, mereka menyediakan lahan seluas 20 ha untuk pengembangan usaha pertanian terpadu.

Orang Besar Jajahan (OBJ) Kampar Perak Malaysia, Datuk Abdul Talib bin Abdul Fahmi sangat antusias akan menerapkan program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) yang digagas mantan Bupati Kampar, Jefry Noer di kawasan sekitar tempat tinggalnya.

"Progam pak Jefry Noer ini sangat baik untuk membantu kelompok rakyat miskin," kata Datuk Abdul Talib selepas mendengarkan pemaparan dari Jefry Noer bersama MD Yusuf bin Alang Ahmad, Pengurus Pertubuhan Peladang Kawasan Kinta Selatan, Ketua Kampung, Pejabat Daerah Kampar di Grand Kampar Hotel Perak Malaysia, Sabtu (4/3).

Nordin, Petani yang pernah mengikuti pelatihan empat hari di Kubang Jaya Kampar ini mengaku bahwa sangat terkesan, ilmu yang diperolehnya itu sudah diterapkannya di tempat tinggalnya, “Saya sudah menerapkan ilmu pertanian terpadu yang saya peroleh dari Kubang Jaya Kampar, Riau, Indonesia itu, membuat kolam ikan, ternak lembu ada sekitar 100 ekor, saya bersedia membantu membagi ilmu itu kepada warga disini, ilmu itu saya peroleh sangat mahal, saya mendapatkannya jauh, dari Indonesia,” kata dia. (Ty/jnn)