Foto untuk :

Tak ada yang Membeli,  Karet Warga Menghitam dan di Tumbuhi Rumput


KAMPARKIRIHULU-Cerita penderitaan masyarakat di empat desa yang dihantam banjir dan tanah longsor 29 November 2015 lalu terus berlanjut.

Bencana itu telah menutup akses jalan terutama di empat desa yakni Desa Lubuk Bigau, Kebun Tinggi, Pangkalan Kapas dan Tanjung Permai.

Karet yang menjadi sumber pendapatan masyarakat tak lagi laku dijual sehingga banyak karet masyarakat menumpuk sampai menghitam.

Eci (33), warga Desa Lubuk Bigau baru-baru ini menjelaskan,  karet miliknya sudah hitam dan ditumbuhi rerumputan dan kayu-kayu kecil karena sudah terlalu lama direndam di dalam kolam di belakang rumahnya.

Eci juga mengatakan bahwa seluruh karet masyarakat empat desa yakni Desa Lubuk Bigau, Kebun Tinggi, Pangkalan Kapas dan Tanjung Permai sudah benar-benar tidak ada lagi yang mau membeli sejak banjir dan longsor menghadang empat desa tersebut pada 29 November 2015 yang lalu yang menyebabkan terputusnya akses jalan.

"Pinang dan coklat yang tumbuh sebatang-sebatang di belakang rumah juga sudah tak ada bermamfaat bagi masyarakat Kampar Kiri Hulu saat ini," beber Eci.

"Meskipun tidak bisa menjadi solusi, tapi setidaknya itu bisa untuk membeli garam dan bawang bagi ibu rumah tangga di desa ini," imbuhnya.

Lebih lanjut Eci menceritakan, untuk mengatasi beratnya perekonomian, masyarakat di beberapa desa ini sebagian pergi ke hutan mencari kulit kayu modang untuk dijual keluar dengan harga Rp 500/kilogram. Rata-rata masyarakat mendapatkan kulit kayu modang 25 kg sampai 50 kg/hari. (Ayi/jnn)