Foto untuk : Kakwarda Riau, Kak Azaly Johan bersama Pengurus Menghadiri Rakernas Gerakan Pramuka di Bogor

Sidparnas Rakernas Pramuka Hasilkan Delapan Rekomendasi


BOGOR – Sidang Paripurna Nasional (Sidparnas) pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka tahun 2018 menghasilkan delapan rekomendasi yang bertujuan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia dan kejayaan pramuka dimasa depan ditutup oleh Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault di Royal Safari Garden Hotel, Cisarua, Bogor, Sabtu (24/2/2018) malam.

"Dalam Sidang Paripurna Nasional (Sidparnas) ini melahirkan delapan rekomendasi untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia dan eksistensi pramuka di masa depan," kata Ketua Kwarda Riau, Kak Azaly Johan usai mengikuti sidang didampingi Sekretaris Kwarda Riau, Kak M. Azwar Azis dan andalan Kwarda, H Sarifuddin, Kak Arlizman Agus, Kak Reza Fahlevi, Kak Kasiaruddin dan Ketua DPD Riau.

Delapan Rekomendasi Sidparnas yang dibacakan Ketua Dewan Kerja Nasional (DKN), Kak Yudha dalam forum penyampaian laporan pada Rakernas yang diikuti 34 Ketua Kwarda Gerakan Pramuka, Pimpinan Saka Tingkat Nasional, Pimpinan Sako Tingkat Nasional, dan Dewan Kerja se-Indonesia yang mengambil tema “Pramuka untuk Indonesia, Perekat NKRI.” itu yakni:

1. Perlu adanya kesepakatan bersama antara Kwarnas Gerakan Pramuka bersama dengan Kemenristek Dikti terkait pembinaan Pramuka Gugus Depan yang berpangkalan di Perguruan Tinggi.

2. Perlunya Kwarnas Gerakan Pramuka, dalam hal ini Pusdiklatnas, untuk melaksanakan peningkatan mutu sumber daya manusia pembina Pramuka di perguruan tinggi (KML Pandega).

3. Perlunya pembentukan unit Penelitian Dewan Kerja.

4. Perlunya pembentukan Tim Kelompok Kerja Penyusunan Bahan Musppanitra 2018.

5. Perlunya pembentukan Tim Verifikasi bakal calon ketua dan wakil ketua Dewan Kerja Nasional.

6. Pelaksanaan Musppanitra Nasional 2018 dilaksanakan di Kendari, Sulawesi Tenggara.

7. Perlunya penelitian terkait masa bakti kwartir.

8. Penunjukkan calon tuan rumah KPDK Mandiri Tingkat Nasional:

1. Regional Sumatera: Riau

2. Regional Jawa-Bali: Jawa Barat

3. Regional Kalimantan: Kalimantan Utara

4. Regional Sulawesi: Sulawesi Tengah

5. Regional Maluku, Nusa Tenggara, Papua, NTT/Maluku. 

Sementara itu, Kak Adhyaksa Dault sangat bersyukur usulan menjadikan tanggal lahir Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Hari Bapak Pramuka Indonesia diterima semua peserta Rakernas sehingga setiap tanggal 12 April di daerah-daerah dilakukan renungan untuk mengenang Bapak Pramuka Indonesia.

“Banyak kisah keteladanan dari Kak Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang belum diketahui generasi sekarang. Saya mengikuti perjalanan hidupnya, dia Bapak Bangsa Indonesia. Berdiri dan hidupnya Gerakan Pramuka di 34 Provinsi hingga sekolah-sekolah di Indonesia, bahkan di luar negeri hari ini tidak lepas dari perannya, maka sangat pantas kita memperingatinya", ujarnya.

Selain itu, perjuangannya diakui sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia, sehingga pantas beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah. Di dunia ini, banyak orang berharap uang, pamrih dari jabatan, namun tidak dengan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pertama itu,” ujarnya.

Di awal kemerdekaan, Kak Sultan menyumbang 6,5 juta Gulden untuk membiayai kebutuhan pemerintah Indonesia di masa-masa yang teramat sulit. “Yogyakarta sudah tidak punya apa-apa lagi, silakan lanjutkan pemerintahan ini di Jakarta,” begitu kata Kak Sultan ketika menyerahkan uang tersebut. Hal ini membuat Soekarno tak sanggup menahan air matanya.

Setelah diamanahi sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pertama oleh Presiden Soekarno pada 1961 ini, Kak Sultan langsung bekerja. Setiap provinsi membentuk Kwartir Daerah yang disambut baik oleh seluruh provinsi. Perlahan namun pasti Gerakan Pramuka menjadi pilihan utama pembentukan karakter generasi muda di berbagai daerah, dengan ciri khas kegiatan luar ruangannya yang membahagiakan anak-anak Indonesia.

“Di usia Gerakan Pramuka yang sudah 56 tahun ini, tantangannya semakin beragam. Generasi hari ini perlu visi kuat serta akhlak yang baik. Salah satu metode paling efektif dalam pendidikan budi pekerti adalah dengan menyampaikan fakta-fakta keteladanan, keikhlasan. 

Dalam Rekernas itu juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kwarnas dan PT. Sritek tentang kerjasama pengadaan dan distribusi atribut, seragam pramuka di seluruh Indonesia sesuai dengan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Gerakan Pramuka yang ditandatangani oleh Kakwarnas, Kak Adyaksa dan Presiden Direktur PT Sritex Kak Iwan Setiawan Lukminto.  (Netty)

“Kita ingin menyeragamkan warna seragam Pramuka seluruh Indonesia, mendapatkan manfaat dari kerjasama penyeragaman seragam Pramuka dan memberikan kualitas terbaik bagi seragam Pramuka, jika ada produsen lain yang akan memproduksi, tidak akan ada larangan namun tetap perlu mendapatkan izin dari Kwarnas Gerakan Pramuka yang memiliki HAKI sehingga tidak sembarangan digandakan”, ujar Menpora periode 2004-2009 ini.

Bendahara Umum Kwarnas, Kak Bagas Adhadirga mengatakan, penyeragaman ini dilatarbelakangi karena banyaknya perbedaan warna seragam Pramuka. Hal ini dapat dilihat dalam setiap kegiatan-kegiatan tingkat nasional, maka Kwarnas berinisiatif menyeragamkan dan bekerjasama dengan PT Sritex. Tujuannya juga memberikan kualitas terbaik sehingga bisa digunakan oleh para Pramuka Indonesia. Harganya lebih terjangkau. Semoga ini dapat disosialisasikan sampai Gudep, dan akan memberikan manfaat terhadap kemandirian Gerakan Pramuka,” kata dia.

Presiden Direktur PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada perusahaannya. “Amanah ini akan kami jaga, kami berkomitmen untuk melaksanakan amanah tersebut sebaik-baiknya,” ungkapnya. 

Tujuh agenda nasional yang akan diselenggarakan Gerakan Pramuka tahun ini yakni :

1. Kemah Bela Negara di Pulau Sebatik, Nunukan,Kalimantan Utara

2. Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus Nasional di Cibubur

3. Karang Pamitran Nasional di Lebak Harjo,Malang,Jawa Timur.

4. Jogja Internasional Scout Camp di DIY

5. Kemah Bela Negara di Papua tingkat regional.

6. Kemah Budaya Nasional di Sulawesi Tengah

7. Perkemahan Santri Nasional di Jambi

Dalam sidang itu seluruh Kakwarda se-Indonesia mengikuti dengan seksama berlangsungnya acara itu hingga akhir. Ditutup dengan lagu Padamu Negeri. (po3/jnn)