Foto untuk : Bupati Kampar Jefry Noer menghidupkan lampu hasil energi biogas di lahan percontohan RTMPE Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu

RTMPE Jalan Menuju Sukses dan Mandiri Ekonomi


Siak Hulu (Jarnas)-  Menjalankan konsep ekonomi Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) oleh masyarakat yang mengikuti pendidikan dan latihan di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) merupakan jalan menuju kesuksesan dan kemandirian ekonomi.

Demikian dikatakan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pendidikan dan  Kebudayaan (P&K) Kecamatan Kampar Kiri Tengah Sunardi ketika memberikan motivasi kepada peserta pelatihan Pertanian Terpadu P4S saat mengunjungi Lahan Percontohan RTMPE di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu bersama seluruh Kepala Sekolah (Kepsek)  Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) dan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA), Jum’at (26/8).

Selama ini kami hanya mendengar program terbarukan Pak Bupati dengan RTMPE dan baru kini dapat berkunjung melihat langsung apa dan bagaimana sebenarnya pengolahan program dengan beberapa keunggulannya melalui RTMPE, kata Sunardi.

Ditambahkannya lagi, setelah mendengarkan penjabaran Bupati Kampar, hanya dengan lahan 1 000 hingga 1 500 meter persegi saja petani yang mengelola lahan di RTMPE sanggup menerima penghasilan 10 hingga 25 juta rupiah per bulan, belum lagi penghasilan tambahan dari tabungan 6 anak sapi yang akan dimiliki petani setiap tahunnya.

Hal ini membuat seluruh Kepsek SMP dan SMA ingin mengetahui lebih jauh agar nantinya bisa menyampaikan kepada Pihak guru untuk ikut dalam melakukan upaya perubahan ekonomi dan sekaligus ikut menyampaikan kepada murid disekolah mereka nantinya ujar Sunardi.

Sementara itu Bupati Kampar Jefry Noer yang sebelumnya memaparkan secara rinci apa itu P4S dan RTMPE, selalu mengingatkan Kepsek untuk berhati-hati dalam penggunaan Dana Bantuan Sekolah (BOS), segerakan penyaluran bantuan pakaian sekolah kepada murid yang berhak membutuhkan, dan harus tepat sasaran tegasnya.

Program ini harus sampai kepada masyarakat, pihak sekolah ataupun guru adalah wadah yang tepat dalam menyampaikan program RTMPE, dan pihak sekolah hendaknya juga mengaplikasikan program ini dimasing-masing sekolah ujarnya.

Kotoran dari 6 ekor sapi yang biasanya dibuang begitu saja tetapi di RTMPE mampu menghasilkan energi biogas untuk penerangan listrik dan untuk memasak dengan kompor gas yang berasal dari kotoran sapi ungkap Jefry Noer, begitu juga dari kencing sapinya dapat dijadikan pupuk cair.

Seharusnya masyarakat Kabupaten Kampar tidak lagi bergantung kepada Provinsi lain, karena didalam lahan 1000 hingga 1500 meter persegi, semua komoditi yang biasanya didatangkan dari luar, bisa dihasilkannya, seperti Bawang Merah, tanaman sayur mayur, Cabe merah, telur ayam, ikan lele, dan yang paling bagus adalah dilahan RTMPE dihasilkan Energi Biogas untuk tenaga listrik dan kebutuhan gas sebagai bahan bakar untuk memasak pengganti Gas LPG yang selalu langka ujar Jefry Noer.  (al/jnn)