Foto untuk :

Ribuan Kawasan Hutan Habis Di Garap


INHU-Lima tahun sudah Yopi Arianto dan Harman Harmaini menjadi pemimpin di Kabupaten Indragiri Hulu sedikitnya 4000 Hetar kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) atau Kawasan Hutan lindung Bukit Bertabu yang seharusnya dijaga dan dilindungi sudah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit tanpa miliki izin dari mentri kehutan.

Seperti Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang berlokasi berdampingan dengan kawasan Hutan Lindung Bukit Batabu diKecamatan Peranap, Lebih kurang seluas 166.9 Hetar diduga dijadikan  perkebunan kelapa sawit oleh Aute Als Darmaminto," Dan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Desa Alim Dua Kecamatan Batang Cinaku seluas 50 Hetar dijadikan Cetak Sawah melalui dana Bansos tahun 2013 yang diduga telah merugikan Negara Rp 500 juta dan saat ini kasusnya sedang ditangani Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Inhu.

"Baru-baru ini pengusaha dari luar daerah Inhu,Toton Naibaho yang diketahui warga dari Jakarta juga menggarap kawasan hutan di Desa Alim Dua,Kecamatan Batang Cenaku lebih kurang seluas 1700 hektar, kawasan hutan lindung Bukit Batabu yang digarap tampa ada izin pelepasan dari mentri kehutan," Ujar Dison Simbolon dari LSM Topan-RI
 
"Kita sebagai warga Inhu minta Polda Riau, Mabespolri dan juga Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk melakukan penyelidikan terhadap Bupati, Wakil, Dinas Kehutanan dan Dinas Perkebunan Inhu, Diduga mereka ada keterlibatan dalam pembukaan kawasan hutan HPT dan kawasan hutan lindung yang alih pungsi menjadi perkebunan kelapa sawit,

Dia merasa heran, mengapa begitu muda dan bebas para  pengusaha perkebunan kelapa sawit  di Kabupaten Indragiri Hulu membuka kawasan hutan tampa miliki izin pelepasan dari mentri kehutan, padahal keutuhan hutan tropis sangat penting untuk melindungi Inhu dari berbagai macam bencana seperti banjir, kekeringan, munculnya penyakit baru, dan ketersediaan bahan-bahan pangan, obat-obatan dan lain-lainnya.papar Dison Simbolon. 

Dalam hal ini sebut Dison Sibolon, bukan rahasia lagi pengusaha dan perusakan hutan sulit diberantas karena para pelakunya adalah elit bisnis yang mungkin mendapat perlindungan hukum, karena konspirasi yang amat kuat itulah penggarap, pembalakan liar atau perusakan hutan sulit diberantas di Inhu. kalau ada beberapa pelaku itu pun hanya orang lapangan. Aktor intelektualnya lepas. Aktor intelektual ini sulit terjangkau hukum. "Ulas Dison Simbolon.(Heri/jnn)