Foto untuk :

PWI dan P2TP2A Kampar Bantu Lasmini


Bngkinang Kota (JarNas) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia dan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Kampar memberikan bantuan dana kepada Lasmini warga Desa Kemang Indah Kecamatan Tambang di RSUD Bangkinang, Jumat (16/2/2018) di RSUD Bangkinang Kota.

Kedatangan dua pucuk pimpinan organisasi ini disambut senyuman oleh Erdawati (44 tahun), ibunda penderita kelainan fisik pada tulang belakang ini. Secara bergantian Akhiryani dan Hafis Tohar menyerahkan bantuan yang berhasil dikumpulkan dari masing-masing pengurus.

"Ini sekedar bantuan selama pengobatan anak ibu di RSUD ini, jika sedikit, dicukupkan," kata Hafis didampingi pengurus P2TP2A.

Begitupun Akhiryani menyampaikan "Bantuan ini dari sumbangan wartawan-wartawan PWI Kampar sebagai rasan kepedulian kepada anak ibu," ujar Akhir didampingi sejumlah pengurus PWI Kampar.

Anak berusia 16 tahun ini sudah empat hari sejak Senin (12/2) terbaring lemah tak berdaya di ruangan lantai III RSUD Bangkinang Kota ini. Lasmini hanya terbaring dengan posisi miring ke kiri, tulang belakangnya menyembul besar sehingga tidak bisantidur terlentang seperti orang normal lainnya.

Menurut cerita ibundanya, sejak dalam kandungan, dia sudah ditinggal wafat ayahnya, Surisno, namun kondisi kelainan fisik yang di deritanya itu sejak berumur tujuh tahun. Diapun tidak bisa berbicara sejak kecilnya, hanya ibunya yang tahu bahasa isyarat anaknya itu.

"Anak kedua saya ini hanya sempat sekolah TK, seharusnya ia sudah duduk di bangku SMA," ujar ibunya.

Sementara anak pertamanya sudah berumur 23 tahun dan belum menikah. Sejak ditinggal wafat suaminya, Erda memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari bersama kedua putrinya dari jualan jagung rebus di pasar Danau, namun sejak anaknya dirawat kebutuhan hidupnya berganting kepada neneknya Lasmini.

Melihat kondisi ini, PWI dan P2TP2A akan berupaya memberikan solusi terbaik untuk pengobatan Lasmini.

"Kita akan sampaikan kepada pemerintah daerah permasalahan ini, terutama soal biaya pengobatannya agar mendapat tanggungan BPJS," kata Hafis.

Dia katakan, melihat kondisi fisik pasien ini, tidak ada jalan lain harus dioperasi, hanya saja apa hasil dari pemeriksaan laboraturium baru akan diketahui hari Senin (19/2).

Sebelumnya petugas menghalau pengurus kedua organisasi ini masuk beramai-ramai membesuk Lasmini, dengan alasan jam besuk sudah lewat dan karena aturan menejemen RSUD demikian adanya, namun setelah melalui perdebatan akhirnya semua pengurus bisa masuk demi kepentingan kemanusiaan. (ty/jnn)
 
 
Foto Auliya Widad Qatrunnada.
 
 
Foto Auliya Widad Qatrunnada.