Foto untuk :

Polres Kampar Turunkan Mobil AWC Antisipasi Karlahut


Bangkinang Kota (Jarnas) - Jajaran kepolisian menurunkan kendaraan AWC (Air Water Canon) untuk mengantisipasi memadamkan api di lokasi objek wisata Sungai Hijau Kecamatan Salo pada Minggu (7/8) sore.

Mobil yang dapat digunakan untuk mengantisipasi kerusuhan massa itu diturunkan untuk mengatasi kebakaran lahan dan hutan di wilayah Kabupaten Kampar. 

Cuaca panas dan tidak turunya hujan beberapa hari belakangan ini mengakibatkan di beberapa wilayah terpantau titik api pembakaran lahan kosong dan kawasan hutan, 

Terdeteksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) muncul titik api pada  beberapa tempat di wilayah Kabupaten Kampar, maka untuk mengantisipasi kondisi itu, aparat Polres dan seluruh Polsek melakukan mobilisasi bersama anggota Kodim 0313/ KPR serta seluruh Koramil bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu kantor pemadam kebakaran  kembali bertungkus lumus mencari dan memadamkan titik api di beberapa tempat.

Petugas dari semua unsur terkait selama ini telah cukup gencar mengkampanyekan upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan, namun masih saja ada masyarakat yang tidak peduli entah karena sengaja atau tidak sehingga peristiwa karlahut kembali terjadi.

"Kita semua pada umumnya tidak ingin bencana kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan kembali terjadi di wilayah kita, untuk itu upaya pencegahan maupun penanganan haruslah menjadi perhatian semua pihak", kata Kapolres Kampar, AKBP Edy Sumardi Priadinata.

Dia mengajak, semua turut mengawasi agar kebakaran lahan dan hutan dapat kita cegah sedini mungkin, dan bila masih terjadi untuk segera diantisapasi serta ditindaklanjuti untuk mencari penyebab serta pelakunya guna diproses sesuai hukum yang berlaku.

Edy menyampaikan bahwa jajarannya bersama TNI maupun BPBD Kampar telah intens melakukan upaya pencegahan maupun antisipasi Karlahut dengan menurunkan personil dari Satuan Sabhara, begitu juga Bhabinkamtibmas serta anggota Polsek melakukan patroli karlahut di wilayah Kabupaten Kampar.

Tapi lanjut dia, besarnya wilayah dan kondisi medan serta akses jalan yang tidak memadai tentu menjadi kendala, sehingga tidak semua wilayah dapat terpantau oleh personil gabungan ini.

"Perlu dukungan semua pihak dan masyarakat luas termasuk perusahaan perkebunan yang ada di wilayah Kabupaten Kampar untuk eksis dalam melakukan pencegahan maupun penanganan bila terjadi Karlahut", ajaknya.

Dia menegaskan, kepada pihak-pihak yang masih coba-coba melakukan pembakaran lahan diingatkan lagi untuk tidak melakukan perbuatan tersebut karena selain merugikan dan menyengsarakan masyarakat juga diancam dengan sangsi pidana yang berat. (ty/jnn)