Foto untuk : Marni Jasri Penjual Kue Pino-pino Makanan Khas Kabupaten Kampar, Riau

Pino-pino Ala Marni Sampai ke Malaysia


KAMPAR (JarNas) - Makanan khas Kabupaten Kampar, Riau, Pino-pino ala Marni Jasri makin hari makin digemari, peminatnya datang dari luar kota Bangkinang, kabupaten lain bahkan sampai ke Malaysia.

Pino-pino adalah makanan terbuat dari tepung pulut (ketan), dibentuk segitiga dan dalamnya diisi irisan gula aren, disusun diatas piring berlapis daun pisang, lalu ditaburi irisan gula aren disiram pati santan kelapa diatasnya kemudian dikukus hingga matang.

Legit rasanya bikin nagih, gula aren asli dan santan yang higienis menambah lezat rasanya ditambah lagi harganya sangat terjangkau membuat para pelanggan tidak mau beralih ke yang lain.
 
Foto Netty Mindrayani Farhan. 
 
Awalnya Marni hanya membuat pino-pino ini dari tepung pulut putih, namun karena ada permintaan pelanggannya dia mengkombinasikannya menjadi dua warna, putih dan hitam.

Tiap hari dia kebanjiran orderan, mulai subuh sampai malam hari melayani permintaan pelanggan, acap kali pesanan tidak tercukupi karena keterbatasan tenaga dan waktu pemesanan yang sering dadakan secara serentak dari berbagai pemesan.

"Pemesan pino-pino ini sudah banyak peminatnya, mulai seputaran kota Bangkinang, Pekanbaru juga Kabupaten lain, seperti Pelalawan, Dumai, Rohul bahkan sampai ke Malaysia," ujar Marni Jasri.

Dia bercerita, hari Sabtu (19/8) ada yang mesan pino-pino untuk di bawa ke Malaysia untuk memenuhi keinginan yang sedang hamil, "Saya terpaksa begadang, karena ada yang mesan pino-pino dan sejumlah makanan lainnya akan diambil jam 03.00 WIB untuk di bawa ke Malaysia, yang mesan kebetulan sedang hamil, tidak mau buatan yang lainnya, meski ibunya sendiri yang mau membuatkannya, kebetulan suaminya sedang ke Bangkinang, maka terpaksalah saya tidak tidur malam itu," cerita Marni.

Dari niat coba-coba dan modal seadanya, Marni sudah lumayan banyak mendulang untung, dari jual di rumah sampai sekarang sudah membuka kios kecil yang berada di Jl. Ahmad Yani Bangkinang, meski masih berstatus pinjam tempat namun terlihat perkembangan usaha kuliner rumahan ini menunjukkan kemajuan.

Sampai saat ini, Marni belum memakai tenaga kerja lain, masih dibantu anak-anak dan suaminya sendiri, "Mungkin kalau sudah semakin banyak orderan akan menambah tenaga lain," kata dia.

Dia mengucapkan syukur alhamdulillah usahanya semakin berkembang, tidak saja pino-pino juga makanan khas Kampar lain banyak peminatnya. Seperti kue talam, lopek bugi, wajik, sari kayo, pulut pisang goreng, apam. Tidak mahal-mahal, harga hanya berkisaran Rp10 ribu samoai Rp30 ribu saja.

"Saya akan menekuni usaha ini, khususnya pino-pino yang menjadi khas diawal usaha ini, walau sedikit demi sedikit untungnya, alhamdulillah lama-lama bisa menjadi bukit," kata dia tersenyum.

Berikut resep ragam makanan khas Kampar yang dibuat oleh Marni :

1. Kue Talam

Bahan dan caranya :
- Tepung pulut dicampur terigu digelimang dengan gula aren asli yang sudah dicairkan, dimasukkan ke dalam daun pisang yang sudah dibentuk segi empat kemudian diatasnya disiram pati santan kelapa.

2. Lopek Bugi

Bahan dan caranya :
- Tepung ketan 1 kg, dicampur 1 kg santan di aduk sampai menyatu, lalu dibentuk di dalam daun pisang berbentuk segitiga di dalamnya diisi kelapa muda parut yang sudah dimasak dengan 1 kg gula aren, kemudian dikukus di dandang.
 
3. Mpam
Bahan dan caranya :
- Tepung beras 1 bungkus, tape ubi 3 bungkus, kelapa muda putih 1 butir, gula aren 1 takar ukuran besar
- Tepung beras dicampur dengan gula aren yang sudah dicairkan, diendapkan satu malam, kemudian dikasi kelapa putih parut lalu dicetak sesuai selera dan dikukus sampai matang.
 
Foto Netty Mindrayani Farhan. 
 
4. Wajik

Bahan dan caranya :
- satu kilo beras ketan dicampur 1 kg santan kelapa diaron lalu dikukus terlebih dahulu hingga matang, sekitar 1,5 kg gula aren dicairkan dengan sedikit air, semuanya dicampur ditambah kayu manis.
 
5. Sari Kayo
Bahan dan caranya :
- gula aren 2 buah bulatan besar dan 10 butir telor, kayu manis dan cengkeh secukupnya dihaluskan, gula enau dihaluskan dicampur telor tambah cengkeh dan kayu manis dicampur semua bahan dimasukkan ke piring lalu dikukus sampai matang.
 
Foto Netty Mindrayani Farhan.