Foto untuk : Pengurus Forum Multistakerholder foro beesama

Pengurus Forum Multistakeholder Kampar Berdiri


Bangkinang Kota - Forum Multistakeholder (FMS) Kabupaten Kampar telah dibentuk dalam rapat terbuka peserta workshop pembentukan Forum Multistakeholder yang disusun pada Jumat (11/8/2017) di Bangkinang Baru Hotel.

"Alhamdulillah FMS Kabupaten Kampar sudah terbentuk dan mereka yang tergabung di dalam forum ini adalah orang-orang yang memiliki semangat dan komitmen tinggi untuk mencapai visi dan misinya dalam memberdayakan semua unsur agar lebih meningkatkan kepedulian terhadap hak pelayanan kesehatan perempuan di Kabupaten Kampar," kata Direktur Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Sumatra, Endang Sulfiana didampingi Asniati menutup kegiatan Workshop Forum Multistakeholder Kabupaten Kampar, Jumat sore.

Dia menjelaskan bahwa forum ini dibentuk dengan visi "Terwujudnya gerakan forum multistakeholder yang transparan, akuntabilitas, progresif dan partisipatif dalam mencapai hak kesehatan perempuan".

Untuk mewujudkan visi itu, disusun misinya yakni meningkatkan mutu pelayanan publik mengenai hak kesehatan perempuan, membangun kesepakatan lintas pelaku dan pemangku kepentingan terhadap perbaikan kinerja pelayanan publik di sektor kesehatan perempuan, membangun komitmen dan kebersamaan multistakeholder sebagai tim pendukung berbagai upaya peningkatan pelayanan program kesehatan perempuan.

Selain itu, bersama-sama menyepakati hal-hal yang menjadi tolak ukur perbaikan kinerja pelayanan publik khususnya pelayanan kesehatan dan menjalin koordinasi berbagai pemangku kepentingan dalam mengupayakan perbaikan pelayanan kesehatan perempuan.

Tujuanya, agar forum ini menjadi pusat informasi kesehatan, memfasilitasi jaringan komunikasi dan koordinasi antara pelaku dan pemangku kepentingan di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten, memberikan alternatif solusi terkait dengan isu kesehatan perempuan, media sosialisasi dan pendidikan kesehatan perempuan, memantau pelayanan kesehatan perempuan pada tatanan desa, kecamatan dan kabupaten, advokasi kebijakan untuk pelayanan kesehatan perempuan.

Pembentukan FMS ini berlangsung sangat demokratis, susunan kepengurusan diisi dengan keseakatan bersama, maka Yusak, SKM dari Dinas Kesehatan menduduki jabatan sebagai Ketua, Wakil Ketua Ahmad Yani (Tomas), Sekretaris, H Tanzili Ali (PKBI), Wakil Sekretaris, Misna Dewi, SKM (Dinkes), Bendahara, Misrahayati Ali, S.Ag, M.Si (P2TP2A).

Selain kepengurusan inti, forum ini memiliki lima divisi, pendidikan, layanan, advokasi, publikasi dan komunikasi, pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan.

Yusak sebagai ketua forum terpilih menyampaikan bahwa untuk mencapai tujuan visi dan misi memerlukan semangat dan komitmen yang tinggi secara bersama-sama agar isu hak layanan kesehatan perempuan di Kabupaten Kampar ini dapat tercapai, salah satunya adalah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) sebab daerah ini menurut data tahun 2016 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar sangat tinggi mencapai 20 orang ibu yang meninggal akibat proses persalinan.

"Isu AKI ini menjadi tugas besar bersama, sebab kita harus menanamkan prinsip "jangan sampai satu orang perempuan di Kampar ini yang meninggal akibat proses persalinan," ujar Yusak. (ty/jnn)