Foto untuk : Pengurus P2TP2A Kunjungi Rumah Korban Pencabutan Di Desa Spungguk Salo

P2TP2A Kampar Akan Sekolahkan Anak Korban Pencabulan


(JarNas)-Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Kampar akan memberikan pelayanan pendidikan kepada dua orang anak bawah umur korban pencabulan ayah tirinya karena keduanya tidak pandai baca tulis. Mereka itu, NA (16 tahun) dan HN (12 tahun).

"P2TP2A Kampar mendapat informasi bahwa kedua korban pencabulan ini tidak bisa membaca dan menulis, maka kita langsung menjenguk korban dirumahnya untuk memberikan pelayanan pendidikan untuk keduanya pada Jumat (10/8/2018)", ujar Ketua Harian P2TP2A Kampar, Hafis Tohar, SH didampingi Unit PPA Polres Kampar, Fitri dan Kabid Perlindungan Anak, Nova Lestari.

Keduanya adalah warga Desa Sipungguk Kecamatan Salo, Kampar, Riau. Mereka merupakan korban pencabulan ayah tirinya yang terjadi pada tahun 2017. Kedua korban tinggal bersama ibu kandungnya yang kesehariannya menderes karet di halaman rumahnya. Dari hasil kebun karet itulah untuk makan sehari-hari.

Dikatakan Hafis, P2TP2A akan mendatangkan guru privat bagi anak-anak ini memberikan layanan pendidikan agar bisa membaca dan menulis, "Sungguh memprihatinkan di usia mereka ini tidak bisa baca tulis, semestinya sudah duduk di bangku sekolah menengah pertama dan atas", ujarnya.

Lawyer ini menceritakan soal kondisi ekonomi warga tersebut, "Sungguh memprihatinkan mehidupan mereka, tikar tempat duduk saja mereka tidak punya, untungnya rumah yang ditempati rumah peninggalan orang tua", ujarnya.

Saat pengurus P2T2A ini mengunjungi rumah itu, korban tengah berada di warung membeli telur dua butir buat makan siang tiga beranak ini. 

"Sangat memprihatinkan kehidupan mereka, ketika tau kita akan datang, korban buru-buru meminjam tikar ke tetangga untuk menyambut kedatangan kami", ujar Fitri menambahkan. 

Fitri menjelaskan bahwa soal biaya sekolahnya, akan diupayakan bersama-sama P2TP2A Kampar. (ty/jnn)