Foto untuk :

Mengapa Kita Harus Sombong?


Bangkinang Kota, - Ustad Jalal Sayuti menyampaikan ceramah ramadhan bagi pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) sekabupaten Kampar bertema "Perintah kepada seluruh makhluk di muka bumi untuk beribadah kepada Allah" di Balai Bupati, Rabu (15/6).

Ustad Jalal menggambarkan tentang petunjuk-petunjuk yang ada pada diri manusia disetiap garis tubuh, mulai dari telapak tangan bertuliskan asma Allah atau bentuk otak manusia melukiskan seperti orang bersujud.

"Semua sudah dilukiskan di muka bumi ini, harus bertasbih, memuji kebesaran Allah mengapa kita harus sombong, mengapa tidak memanfaatkan umur kita hidup untuk beribadah kepada Allah, padahal makhluk yang tidak berakalpun bersujud kepada kebesaran-Nya," ujarnya.

Manusia itu diperintahkan dan dihitung ibadahnya sejak umur 15 tahun atau sejak masa akil baligh, katakanlah selama 50 tahun, secara matematis dihitung waktu yang digunakan untuk tidur satu hari delapan jam, berarti selama 17 tahun kita tidur, 25 tahun untuk bekerja, sekolah atau melakukan aktivitas dunia, 8 jam untuk bersantai, lalu kapan waktu kita beribadah?.

"Merugilah kita, kalau tidak bisa memanfaatkan waktu selama hidup di dunia ini tidak digunakan untuk beribadah, sebab jika tiba waktunya mati, maka mustahil bisa kembali lagi agar dapat beribadah dan baru mau menyembah Allah," kata dia.

Lalu, apa tandanya manusia itu hidup, dikatakan ustad, "Tanda manusia itu hidup dan menyembah Allah jika ia masih melakukan shalat lima waktu yang merupakan perintah pertama Islam sebagai barometer, jika tidak lagi shalat berarti kita sudah mati," terangnya.

Dia mengatakan, tidak ada gunanya kita sombong, kebesaran Allah itu sungguh dahsyat, mau tau berapa besarnya matahari, yakni 120 juta kali lipat luas bumi, itu artinya baru satu ciptaannya saja, sungguh luar biasa, lalu mengapa kita harus sombong di muka bumi Allah, mengapa kita tidak mau bersujud dan bertasbih kepada sang Maha Pencipta.

Seluruh harta manusia lanjut Ustad Jalal, dititipkan di bumi Allah, tidak ada tempat lain, maka tidak ada alasan buat manusia berlaku sombong di atas bumi Allah.

"Rezeki itu tidak perlu diperebutkan sebab tidak ada satupun makhluk yang dapat merebutnya, maka peganglah prinsip kalau rezeki yang tidak sampai kepada kita, maka itu bukan milik kita, meskipun setetes air untuk mengisi kerongkongan kita, tidak akan mati manusia itu kalau memang itu adalah rezeki kita," jelasnya.

Dalam acara wirid rutin pengajian ramadhan itu, hadir  pengurus PKK Kabupaten Kampar, diantaranya, Koordinator Pokja I, Murdaniati Nurahmi, Koordinator Pokja, III, Hj Mulyeti Anizur, Koordinator Pokja IV, Lilis Ekarita Haris, dan  pengurus lainnya, serta seluruh Ketua PKK kecamatan. (lan/jnn)