Foto untuk :

Mantan Dirut PD KAK Belum Ditahan


Bangkinang - Mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Kampar Aneka Karya (PD KAK), Herman Thanrin sudah delapan bulan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada perusahaan yang dipimpinnya itu, namun hingga saat ini belum ditahan.

Sebelumnya Beny Siswanto Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) ini punya alasan untuk tidak menahan Herman Tamrin karena belum jelasnya kerugian Negara terhadap korupsi yang di sangkakan terhadap dirinya itu.

Beny yang di konfirmasi via selulernya pada Rabu tanggal (27/1/2016) tentang alasan belum dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkinang menyampaikan, "Kita baru terima hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP)".

Diakuinya, memang Kejari sudah lama menetapkan HT sebagai tersangka karena hasil audit BPKP sudah keluar, "Kejari baru tau hasilnya dan negara di rugikan sebesar Rp 400 juta lebih, mudah mudahan setelah ini dalam waktu dekat akan kita periksa lagi, insyaa Allah akan kita tahan," jelasnya.

Kasi Pidsus ini menyampaikan bahwa berkas penyidikan segera akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru dan sebelum pelimpahan perlu dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka satu kali lagi untuk melengkapi semua berkas," terangnya.

Dalam kasus ini, dugaan anggaran yang diusut oleh Kejari Bangkinang pada penyertaan modal bersumber dari APBD Kampar tahun 2014, dana yang dikucurkan sebanyak Rp1,5 miliar ke PD KAK selama kepemimpinan Herman Tamrin sejak tahun 2012-2014 mencapai Rp 5,7 miliar lebih.(Smi/jnn)