Foto untuk : KPU Kampar melakukan Rapat Pleno rekapitulasi perbaikan dukungan bagi 2 Bapaslon independen

KPU Putuskan Verifikasi Faktual Jawahir Diterima, Alfisyahri Ditolak


Bangkinang Kota (Jarnas) -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kampar melakukan Rapat Pleno rekapitulasi perbaikan dukungan bagi 2 Bapaslon independen Jawahir-Bardansyah dan Alfisyahri-Wibowo, Jumat (21/10) pagi hingga menjelang sholat Jumat.

Pleno Rekapitulasi ini di pimpin Ketua KPU Kampar Yatarullah, dan dihadiri komisioner KPU lainnya, Panwaslu Kampar, Bapaslon dan tim pemenangannya serta PPK se Kabupaten Kampar.

Dari hasil rekapitulasi, Pasangan Jawahir-Bardansyah mengumpulkan 6.435 dukungan melampaui kekurangannya yang hanya 6.373, secara langsung membuat pasangan ini memenuhi syarat untuk ikut dalam Pilkada Kampar 2017 mendatang.

Sembari mengucap syukur, Jawahir sampai meneteskan air mata sambil memeluk wakilnya Bardansyah Harahap.

"Kita sangat terharu dan bersyukur, usaha yang kita lakukan selama ini tidak sia-sia, kita juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah memberikan dukungannya kepada kami," ujar Jawahir usai pelaksanaan rapat pleno didampingi wakilnya Bardansyah.

Sementara itu, pasangan Alfisyahri-Wibowo berhasil mengumpulkan dukungan sebanyak 10.927 dukungan, sementara kekurangan yang harus dilengkapi sebanyak 12. 372 dukungan artinya pasangan ini tidak memenuhi syarat untuk mengikuti Pilkada Kampar.

Menanggapi hal itu, Alfisyahri menegaskan menolak hasil rekapitulasi dan melakukan gugatan ke panwaslu Kampar.

"Kami menolak hasil vertual ini, ini bukan persoalan angka-angka tapi ini terkait pelaksanaannya bersih atau tidak bersih, berdasarkan data yang kami miliki ada beberapa dasar kami untuk menggungat, pertama terkait vertual di Desa Kualu, dimana PPS tidak bisa menghadiri pelaksaaan vertual di pagi hari padahal tim penghubung kami sudah mengumpulkan massa," ungkapnya.

Selain itu, Asfisyahri juga mengungkapkan adanya proses verifikasi faktual yang tidak sesuai prosedur menurutnya seperti di Desa Kumantan Kecamatan Bangkinang Kota, dan Desa Pasir Sialang, Kecamatan Bangkinang.

"Isi gugatan kami untuk Panwaslu, untuk memerintahkan KPU Kampar menyelenggarakan faktual ulang, sebagai pengganti verifikasi yang sudah ditentukan oleh undang-undang," ungkapnya.

Menanggapi berkas laporan yang sudah diberikan Alfisyahri ke Panwaslu Kampar 
usai pelaksanaan pleno rekapitulasi, Ketua Panwaslu Kampar Martunus mengungkapkan akan mempelajari berkas yang diberikan.

"Saya belum tahu sifatnya apakah ini dalam bentuk gugatan beliau atau ketidakpuasan beliau, nanti ada prosedur dan blangko-blangko kumpulan yang harus mereka isi," ungkap Martunus.

Sementara itu, berdasarkan informasi, KPU kampar akan menetapkan pasangan calon 24 Oktober dilanjutkan pengundian nomor pasangan calon 25 Oktober mendatang.(ty/jnn)