Foto untuk : Ketua P2TP2A Kampar, Hafis Tohar, SH Memaparka Permasalaham KDRT dan Kekerasan Terhadap Anak

Ketua P2TP2A : Pentingnya Peran Ninik Mamak Terhadap KDRT dan Perlindungan Anak



KAMPAR (JarNas) - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Kampar, Hafis Tohar, SH meminta kepada seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan melinduni anak dari segala tindakan kekerasan atau kejahatan melalui peran Satuan Tugas (Satgas).

"Peran Satgas dimasing-masing wilayah dalam membangkitkan kearifan lokal dengan mengajak semua lapisan seperti ninik mamak menangani dan mencegah terjadinya KDRT dan anak yang jadi korban atau pelaku kejahatan sangat penting," ujar Hafis saat memberikan pemaparan tentang undang-undang KDRT dan perlindungan anak dalam kegiatan Pelatihan Satgas Pencegahan dan Penanganan KDRT dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak yang ditaja Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Senin malam (7/8) di Stanum Bangkinang Kota.

Hafis menyebutkan bahwa kasus anak dan kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Kampar ini banyak terjadi yang perlu penanganan serius, selain itu perempuan menjadi pelaku KDRT juga tidak kalah banyak, "Terutama terhadap kasus anak, jangan sampai diselesaikan secara hukum, disinilah peran keluarga, ninik mamak atau unsur kearifan lokal untuk menyelesaikannya dengan baik," kata dia.

Pelaku KDRT itu adalah orang yang ada dalam lingkungan keluarga terdiri dari ayah, ibu, anak, pembantu, menantu, mertua atau semua yang tinggal dalam satu rumah.

Dia berharap, semua peserta mampu menjadi pelindung dan penengah terhadap permasalahan KDRT dan anak yang terjadi di masing-masing wilayah tugasnya. 

Ketua TP PKK, Nuraini Azis Zaenal meminta kepada seluruh peserta serius mengikuti kegiatan itu sampai akhir hingga nantinya dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Koordinator Pokja I, Muslimah Catur Sugeng menyampaikan bahwa kegiatan itu diikuti 115 peserta dari lima kecamatan yakni, Siakhulu, Koto Kampar Hulu, Tapung Hulu, Tambang, Bangkinang Kota masing-masing mengirimkan anggota sebanyak 23 orang. 

Dia sampaikan bahwa dengan adanya peltihan itu, dapat menegakkan hak perempaun dan anak. (poet/jnn)