Foto untuk : Ketua IBI Kampar, Susilawati, SKM. MPH

Ketua IBI Kampar Minta Seluruh Bidan Cegah Stunting


Kampar (JarNas)-Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kampar, Susilawati, SKM. MPH menghimbau seluruh bidan berperan aktif mencegah kasus stunting mengingat dampak negatif dari penyakit ini bagi generasi produktif.

"Kememterian Kesehatan RI saat ini tengah berjuang agar Indonesia terbebas dari stunting, maka sejalan dengan program nasional itu seluruh bidan diminta berperan aktif mencegah kasus itu apalagi di Kabupaten Kampar data stunting cukup mengkhawatirkan", kata Susi saat diminta tanggapannya, Senin (7/10/2019).

Lokus stunting di Kabupaten Kampar yang ditetapkan Kementerian dari nilai persentasi angka terdapat di 10 desa yakni ;
1. Aur kuning 46,67 %
2. Terusan 24,24 %
3. Gajah bertalut 3.03 %
4. Tjg karang 19,15 %
5. Sungai bunga 56, 06 %
6. Bangun sari 5.06 %
7. Danau lancang 15.72 %
8. Ranah singkuang 28.37 %
9. Pl jambu 3, 28 %
10. Pandau jaya 2,06 %

Dia menjelaskan bahwa untuk mendukung program nasional tersebut, perlu gerakan 3 P yaitu peduli, pahami dan partisipasai.

Dijelaskamnya, tiga langkah itu, Peduli, mulai dari lingkungan sekitar, Pahami dengan mencari informasi sebanyak mungkin dan Partisipasi memberikan informasi yang benar pada keluarga dan lakukan edukasi.

"Peran bidan sangat tinggi dalam pencegahan stunting ini, dimulai dari aktif memberikan penyuluhan akan pentingnya gizi pada remaja putri untuk meminum tablet tambah darah, karena mencegah stunting tidak bisa dimulai saat bayi telah lahir, namun sejak remaja putri, mustahil stunting dapat dicegah bila anemia pada remaja putri tinggi, ibu hamil kekurangan gizi, ASI eksklusif rendah, gizi pada balita kurang bahkan buruk"' terangnya dalam sambutannya pada lebih dari 1000 orang bidan pada saat seminar anak bersempena HUT IBI Kampar ke-68 tahun 2019.

Dikatakannya bahwa dirinya sudah menandatangani komitmen bersama perangkat daerah saat rembuk stunting tanggal 1 oktober 2019 lalu di balai bupati, 

Keseriusan bidan untuk mendukung target secara nasional itu dibuktikannya secara langsung, dimana sehari setelah itu yakni pada tanggal 2 Oktober, Ketua IBI langsung melakukan gerakan nenek peduli stunting, dengan memberikan penyuluhan dan informasi tentang stunting, bahaya dan pencegahannya pada lansia di Desa Kualu Kecamatan Tambang 

"Dengan kepedulian lebih banyak dari lapisan masyarakat angka stunting dapat dikurangi khususnya di Kabupaten Kampar", ujarnya.

Diterangkan Susi bahwa dampak stunting jangka pendek yakni,
1. Jumlah kematian dan kesakitan anak akan bertambah
2. Perkembangan dan gerak serta kenampuan bicara anak terhambat.
3. Biaya kesehatan menjadi tinggi.

Sedangkan jangka panjang ;
1. Postur tubuh pendek saat dewasa
2. Terganggunya konsentrasi belajar,
3. Tidak bisa bekerja maksimal.
4. Menurunnya kesehatan reproduksi dan meningkatnya resiko penyakit lain

"Pencegahannya dengan minum tablet besi satu kali seminggu sejak usia remaja
2. Stop pernikahan dini
3. Perhatikan gizi mulai 1000 hari pertama kehidupan.
4. Jaga kebersihan badan
5. BAB di jamban sehat
6. Lindungi anak dari penyakut dengan imunisasi..

Susi menyebutkan bahwa seluruh bidan siap menyukseskan program nasional Indonesia beban stunting. (ty/jnn)