Foto untuk :

Kerajaan Perak Malaysia Bawak pulang ilmu “patin”


Kampar(Jarnas)- Exco Kerajaan Negeri Perak di bawah Pimpinan YB.Dato’ Saarani, bersama rombongan berkunjung ke UPTD Perikanan di Koto Mesjid serta melihat keramba apung di Danau PLTA Koto Panjang selepas penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) antara Kerajaan Perak dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar tentang program RTMPE, Selasa (8/3).

Dalam kunjungannya ke desa koto masjid rombongan kerajaan perak mendapatkan ilmu baru yang akan di terapkan nantinya ketika kembali ke Kerajaan Perak Malaysia, yakni produk hilir dari pengolahan ikan patin.

Hal ini di ungkapakan dato’ Saarani, kemudian katanya mengakui bahwa di tempatnya saat ini memang ada pembudidayaan ikan patin sama halnya seperti di Kampar, namun ditempatnya belum menyentuh industri hilir dari pembudidayaan ikan patin itu sendiri karena masih dilakukan secara tradisional setelah dipanen lalu dijual kepasar.

Setelah kami tengok lokasi penyalaian ini maka kami dapatkan ilmu-ilmu baru mengenai produk hilir dari ikan patin, seperti ikan salai, kerupuk kulit ikan patin, naget, bakso dan sosis, Kami pun “nak cube” terapkan nanti disana, ujar dato”saarani.

Setelah puas belajar di UPTD Perikanan Koto Masjid rombongan kerajaan perak melanjutkan perjalan menuju Danau PLTA guna melihat keramba apung yang berada di belakang bendungan PLTA Koto panjang yang jumlahnya mencapai ribuan keramba dan menjadi salah satu aktivitas ekonomi masyarakat di kecamatan XIII koto kampar.

Dalam peninjauannya, saarani menjelaskan hanya ada sedikit perbedaan di dalam tata cara panen yang dilakukan masyarakat Kerajaan Perak dengan pengelola keramba apung yang ada di danau ini, kalau disini panen kerambanya dibawa ke tepi danau sehingga banyak jumlah ikan yang bisa selamat saat dipanen, berbeda dengan di Perak Malaysia dimana masyarakat melakukan panen di tengah danau dan membawa hasilnya dengan menggunakan boat”jelas dato’ saarani.

Ilmu yang telah didapatkan selama berada di Kampar nantinya akan dikembangkan di Malaysia, setelah melihat apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar dalam membina masyarakatnya maka hal ini juga menjadi inspirasi bagi rombongan Kerajaan Perak sehingga pihak Kerajaan Malaysia sangat bersyukur mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan selama berada di Kampar,katanya.

Sebelumnya Bupati Kampar menjelaskan Kabupaten Kampar telah dikenal sebagai penghasil ikan air tawar di Riau yang berkontribusi hingga  70 persen dari total produksi ikan air tawar, salah satu ikan andalan dari Kampar adalah jenis ikan patin.

Salah satu daerah yang cukup berkembang usaha salai ikan patin ini adalah di Desa Koto Masjid dan Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar. Dua desa bertetangga yang dulu adalah satu desa sebelum dimekarkan yakni Desa Pulau Gadang kini juga dikenal sebagai daerah penghasil ikan patin.

Berbagai produk olahan dari ikan patin terus berkembang di Kabupaten Kampar, salah satunya adalah usaha pengasapan ikan atau sering disebut salai ikan patin. Potensi pasar salai ikan patin ini sangat menjanjikan. (red/jnn)