Foto untuk :

Kapolsek Tapung Hilir Mediasi Warga dan PT Adil Utama


KAMPAR (JarNas) - Kapolsek Tapung Hilir, Ben Hardi, SH berhasil memediasi perselisihan antara warga masyarakat Dusun III Desa Kotagaro Kecamatan Tapung Hilir, pengurus PPM (Pemuda Panca Marga) Kandis dengan PT Adil Utama di Mapolsek pada Kamis (13/4).

"Hasil kesepakatan, pihak perusahaan akan merekrut empat orang tenaga kerja, tiga orang pemuda Desa Kotagaro dan satu orang dari PPM (Pemuda Panca Marga) Kandis untuk dipekerjakan pada PT Adil Utama sebagai tenaga keamanan," kata kapolsek.

Ben Hardi menjelaskan bahwa perekrutan tenaga kerja lokal ini lebih banyak dari pemuda Kandis karena memang lokasi perusahaan yang bergerak di bidang batu bata pres ini di Dusun III Kotagaro.

Awalnya lanjut dia, PPM Kandis bekerja di perusahaan itu sebanyak empat orang, lalu terjadi perselisihan, sampai pada pengurangan menjadi dua orang, namun warga Desa Kotagaro menuntut agar perusahaan tidak mempekerjakan tenaga kerja dari Kandis semuanya warga tempatan sebagai tenaga pengamanan.

Lebih lanjut dia katakan bahwa perselisihan jangan sampai berlarut-larut maka pihak Polsek berinisiatif memediasi permasalahan itu.

"Inilah yang menjadi tuntutan masyarakat tempatan, karena lokasi perusahaan berada di wilayah Kabupaten Kampar, alhamdulillah pihak perusahaan dan pemuda Kandis menyepakati itu.

Hadir dalam mediasi itu Danramil Tapung Kaptem ARH Kharidon Sitio, Kaur Pemerintahan Desa Kotagaro, Aan Ferisal, Kadus III Supri Jenggot, Ketua RW 07, Maju Pakpahan, RT 009 Kristoper Situmorang, Ketua RT 026, Urbanus Situmorang, Tokoh Masyarakat, Ramli Malau dan dari perusahaan diwakili Koordinator Lapangan, Sabar Parulian bersama Humasnya, Iwan Parulian Siagian, dari PPM Kandis, Dankie, M Safrizal dan anggotanya Antoni, Humas PPM Kotagaro, Herman dan Sekjen, M Jamil. 

"Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Kapolsek Tapung Hilir sehingga persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik, dan kami menerima hasil kesepakatan perekrutan tenaga kerja lokal," kata Danki PPM Kandis, M Safrizal.

Sementara pihak perusahaan menyampaikan bahwa mereka memahami ketentuan dan kewajiban perekrutan tenaga kerja lokal, namun saat ini baru dapat merekrut empat orang karena baru beberapa bulan berdiri.

Selama tiga jam proses mediasi selesai dilakukan hingga pukul 17.00 WIB, masing-masing pihak menandatangani  berita acara kesepakatan. (ty/jnn)