Foto untuk :

Kapolres Kampar Akui Karlahut Dominasi Perilaku Manusia


Bangkinang Kota (Jarnas) -  Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata SiK menghimbau kepada masyarakat agar tidak membakar lahan dan hutan mengingat cuaca ekstrim beberapa hari terakhir telah berpengaruh pada munculnya sejumlah titik api akibat kebakaran lahan dan hutan di negeri ini, maka perlu kesadaran dari semua komponen masyarakat menyikapi kondisi alam dengan bijakasana.
 
"Kalau ditelusuri timbulnya kebakaran lahan dan hutan ini pada umumnya didominasi faktor manusianya, walaupun musim kemarau datang, asalkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan serta hal-hal yang dapat memicu kebakaran lahan seperti membuang puntung rokok sembarangan pada semak belukar, ataupun membakar sampah pada lokasi yang rentan terjadi kebakaran lahan, maka tidak akan timbul masalah yang serius, hal ini disebabkan karena ketidakpedulian sebagian masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan serta masih adanya kebiasaan membersihkan lahan dengan cara membakar", kata Edy.
 
Dia jelaskan, jika masih ada yang coba-coba dengan sengaja melakukan pembakaran lahan ini, akan dilakukan proses hukum dan akan dijerat dengan Undang Undang RI nomor 41 tahun 1999 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara serta denda Rp5 Milyar, maka dia mengajak mari kita bersama-sama menjaga dan memelihara lingkungan demi kemaslahatan orang banyak dan agar terhindar dari bencana yang menyengsarakan rakyat.
 
Satgas-satgas terkait yang menangani masalah karlahut dari Jajaran TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api, telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menyadarkan masyarakat akan dampak dari pembakaran lahan dan hutan ini. 

Dari Polres Kampar telah membentuk beberapa satgas dengan penugasan dan perannya masing-masing yang meliputi Satgas Edukasi dengan melaksanakan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat, penyebaran maklumat serta pemasangan spanduk tentang himbauan agar tidak melakukan kegiatan pembakaran lahan dengan menurunkan anggota Fungsi Binmas dan juga Bhabinkamtibmas hingga ke pelosok desa.

Kemudian lanjut Kapolres, ada Satgas Lidik dengan menurunkan anggota fungsi Intel untuk melakukan monitoring dan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan masyarakat di daerah perkebunan. Serta Satuan Sabhara dengan melakukan patroli terpadu antara Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dengan melibatkan perangkat desa dan kecamatan serta Satgas Gakkum untuk melakukan proses penyelidikan dan penyidikan bagi pelaku pembakaran lahan dan hutan.

Selain itu pihak Kepolisian juga dilibatkan dalam Satgas penanganan bersama Jajaran TNI dan BPBD untuk membantu proses pamadaman bila terjadi kebakaran lahan dan hutan. Beberapa upaya preventif dan antisipasi juga telah dilakukan pihak Kepolisian yaitu dengan membangun ratusan Kanal Bloking, Sumur Bor, Embung yang tersebar pada daerah-daerah rawan Karlahut.

"Kerja keras tim gabungan ini belum diimbangi dengan perubahan perilaku sebagian masyarakat yang tidak mempedulikan usaha dari satgas terpadu yang sudah berjibaku menangani permasalahan karlahut ini, maka perlu diingatkan kembali kepada masyarakat luas, bagaimana dahsyatnya dampak akibat kebakaran lahan dan hutan yang terjadi pada waktu lalu, hendaknya hal ini dapat dijadikan pembelajaran agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi", ujarnya.

Satu hal yang sangat penting adalah kepedulian semua pihak untuk turut berpartisipasi mulai dari upaya pencegahan hingga penanganannya. Jangan membiarkan orang atau pihak tertentu tetap melakukan perbuatan yang menyengsarakan masyarakat luas ini, setidaknya berikan informasi kepada aparat terkait untuk ditindaklanjuti guna dicegah sedini mungkin serta dilakukan penegakkan hukum. (ai/jnn)