Foto untuk : Kadis Pertanian rapat UPSUS bersama staf ahli Kementerian pertanian RI

Kampar Menuju Swasembada Pangan


Kampar (JARNAS.NET)- Dalam upaya percepatan swasembada pangan Nasional khususnya bagi Kabupaten Kampar, Dinas Pertanian Kampar sengaja menggelar evaluasi pencapaian kinerja, menuju Swasembada pangan produksi padi, jagung dan kedelai (pajale) di Kabupaten Kampar.

Begitu dijelaskan Kepala Dinas Pertanian tanaman pangan dan hartikultura  Kampar Henridunan, usai rapat Evaluasi Upaya Khusus (Upsus) peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (pajale) dalam rangka swasembada pangan di Kabupaten Kampar yang dilaksanakan di aula kantor Dinas pertanian, rabu (24/6).

Evaluasi Upsus dilaksanakan bersama Dinas terkait diantaranya dari Kabupaten ada Dinas Pertanian, Gakorlu, P2KP, PU Bina Marga dan Statistik dan Kodim, dari pusat hadir staf ahli Kementerian bidang pertanian, Kadis Pertanian Provinsi Riau, Kepala Bakornas Provinsi Riau.

Henridunan menambahkan, gunanya untuk evaluasi pelaksanaan UPSUS soal Pajale yang ada di Kabupaten Kampar dan alhamhamdulillah sampai dengan kemarin, Kampar masih dalam posisi aman karena dari 500 lebih Kabupaten kota se Indonesia yang diranking oleh Pemerintah Pusat, Kampar masih dalam posisi aman.

Artinya pencapaian sasaran kinerja kampar menuju atau persiapan untuk swasembada pangan sudah 83 % dan ini sudah kita evaluasi untuk pemenuhan kebutuhan pajale, baik dari kesiapan, transaksi maupun pemanfaatannya.

Kalau hal ini sudah tercapai, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan di Kampar, tidak lagi ketergantungan dari pihak luar,kata Henrydunan.

Seperti apa program yang dilaksanakan Pemda kampar untuk mengentaskan kemiskinan dan pemenuhan Pajale yaitu dari semua lini di upayakan, dan program terbarukan yang dijalankan Pemda Kampar yang di motori langsung oleh Bupati Kampar H.Jefry Noer dengan membuat Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE), ada pertanian hortikultura dengan peternakan.

Hadir pada Evaluasi Upaya Khusus diantaranya rombongan Staf Ahli Menteri pertanian Mukhti sarjono bidang pertanian, dari Dirjen PSP dan dari tanaman pangan dan hortikultura serta dari Dinas Pertanian provinsi Riau.
 
Staf Ahli Menteri pertanian Mukhti sarjono bidang pertanian mengatakan Kampar dapat bantuan dari APBN murni dan Perubahan untuk lebih meningkatkan lagi hasil pertaniannya, bentuknya ada yang untuk pengembangan jaringan irigasi, optimasi lahan, ada Sistem Right Intensification (SRI),ada juga bantuan GBPP, alat mesin pertanian seperti alat kontraktor pertanian, combine alat panen, pompa air dan banyak lagi.

Semua upaya yang dilakukan pemerintah pusat dalam upaya percepatan terwujudnya swasembada pangan, khususnya agar di Kampar sudah mampu menyumbang paling tidak untuk memenuhi kebutuhan di Riau, katanya.(jnn/aln)