Foto untuk : Sosialisasi Ancaman Terorisme

Kampar Ikuti Rembuk Anti Terorisme


Kampar (JarNas)-Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar rembuk aparatur kelurahan dan desa Kabupaten Kampar tentang literasi informasi melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Bangkinang Kota, Kamis (11/7/2019).

Sedikitnya 105 peserta dari unsur kepala desa, Babinkamtibmas Polres Kampar, Babinsa dan wartawan mengikuti penjelasan dari narasumber Ketua FKPT Provinsi Riau, Drs Edy Yusri, Kasi pemuliham sarana dan prasrana BNPT, Nuturyanto dan narasumber lain, Komisioner Komisi Informasi Provinsi Riau, Novita, SE, M.Pd dan Kepala Program Study Vokasi Humas Universitas Indonesia, DR. Devie Rahmawati, S.Sos, M.Hum, CPR yang memaparkan tentang pentingnya public speaking untuk mempengaruhi pikiran orang supaya pesan-pesan penting dan tujuan dapat tersampaikan dengan baik.

Ketua FKPT Provinsi Riau, Drs Edy Yusri menyebutkan bahwa perlunya perhatian dan tanggungjawab bersama dalam mencegah menyebarnya terorisme di seluruh penjuru tanah air ini sebab kemajuan teknologi mempercepat penyampaian informasi sangat dikhawatirkan terhadap penyebaran paham radikalisme di tengah-tengah masyarakat.
“Munculnya berita-berita hoax merupakan faktor utama dalam meracuni pemikiran seseorang terhadap sebuah paham yang dapat merusak keutuhan bangsa dan negara ini, maka perlu kerjasama semua aparat dan masyarakat mengatasi serta mencegah menyebarluasnya terorisme”, ujarnya.
 
Kasi pemuliham sarana dan prasrana BNPT, Nuturyanto mengatakan bahwa terorisme bukan kejahatan biasa tetapi kejahatan luar biasa karena dampaknya kepada masyarakat begitu besar, bukan hanya jatuhnya korban, tetapi merusak fasilitas umum serta menimbulkan trauma terhadap korbannya.
 
Dia katakan, berita hoax memberikan dampak begitu besar, tersebab perkembangan teknologi yang semakin cepat berkembang dan aktivitas masyarakat banyak beralih ke dunia maya bukan dunia nyata, maka perlu kehati-hatian secara bijak dalam menghadapi dan menyikapi perubahan radikal.
 
“Potensi ancamam terorisme kita hadapi bersama, maka negara akan kuat oleh karena itu sinergitas seluruh aparat sampai ke tingkat terendah sangat diperlukan sebagai corong penyampaian pesan-pesan penting yang dapat membahayakan masyarakat”, ucapnya.
 
Sementara itu, Devie menceritakan panjang lebar tentang pentingnya public speaking sebab menurutnya dengan cara, trik dan metode penyampaian informasi yang benar dapat menyelamatkan masyarakat dari berita-berita hoax dan berpikir cerdas menyikapi informasi yang belum tentu benar.
 
Disisi lain, Novita memaparkan tentang perbedaan berita hoax dan berita media yang benar, keduanya ada perbedaan, dimana berita media itu sudah disaring, diverifikasi oleh wartawan melalui proses pengumpulan data, fakta yang benar serta memenuhi syarat kode etik jurnalistik juga dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
 
Asisten II Pemdakab Kampar, Syamsul Bahri saat membuka acara itu mengakui bahwa pengaruh media sosial dapat menjadi penyebab munculnya berita hoax dan paham radikalisme, maka kemajuan iptek, perlu proses pembelajaran untuk memanfaatkan media secara baik.
 
Menanggapi acara itu, Kades Tarai Bangun, Andra Maistar menyambut baik, namun menurutnya masih belum menyeluruh, perlu dilibatkan tokoh masyarakat supaya lebih bersinergi dan optimal dalam menyampaikan informasi tentang literasi terorisme.
 
Seluruh peserta berharap sosialisasi kegiatan seperti ini dapat diselenggarakan secara rutin pada tingkat kecamatan agar lebih menyentuh dan tepat sasaran. (ty/jnn)