Gubri : Orang Kampar Tergolong Boros


Bangkinang (JarNas) - Meski telah memasuki usia ke 67,  masih banyak persoalan yang akan menjadi PR Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar. Khususnya, dalam hal menyediakan lapangan pekerjaan, dan peningkatan ekonomi atau pengentasan kemiskinan. Karena salah satu indikator tersebut, merupakan penentu berhasil atau tidaknya suatu daerah baik Kota maupun Kabupaten.

Dan bersempena dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kampar yang ke 67. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman memberikan "Sentilan" kepada Pemerintah Daerah Kampar, mengenai persoalan Kemiskinan dan ketersediaannya lapangan pekerjaan.

Dari data yang di perolehnya, Penduduk miskin di Kabupaten Kampar menempati posisi lima, sementara pengangguran terbuka juga posisi lima, dan segi pengeluaran posisi ena." Orang Kampar termasuk boros," Seloroh Gubri kepada Audiance

Tapi IPM Kampar lumayan dengan menempati empat, Kontribusi PDRP ke Provinsi nomor Lima. Artinya Gubri berpendapat sebetulnya Kampar masih ada SDM yang bagus, tapi sekarang bagaimana mendorong supaya masyarakatnya lebih produktif dan pemerintahnya lebih baik. 

Besar harapan agar Kampar mampu berjaya kembali seperti dulu, yang menjadi barometer Pendidikan, Agama, Ekonomi, Politik."Dulu jika ada pertemuan di Provinsi kalau tidak ada Kampar terasa sepi," Terang Orang nomor satu di Riau ini.

Namun demikian dirinya juga berujar akan adanya rasa tanggung jawab terhadap Kabupaten Kampar di pundaknya, karena mengingat saat menjadi calon DPRD Riau lalu salah satu cakupan Daerah Pemilihan (Dapil) yakni Kampar pada 2004-2009.

Ini dibuktikan dengan menggelontorkan sejumlah dana bagi Kampar pada 2016, lebih kurang hampir setengah Triliun atau sekitar Rp 487.754 Miliar. Meskipun di 2017 agak berkurang, karena lebih pada beban yang ada saat ini terhadap Pemprov.

"Saya berharap Kampar mampu berjaya kembali, dan pada HUT ke 67 ini. Agar dapat mengejar ketertinggalan, serta terus meningkatkann apa yang betul-betul menjadi kosentrasi bagi kemakmuran Masyarakat khususnya Kabupaten Kampar," Gubri mengakhiri," (dyt/jnn)