Foto untuk :

Eva Yuliana Telusuri Ragam Bukit Batu Desa Tanjung


Kampar(Jarnas)- Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kampar, Hj Eva Yuliana, SE mengajak rombongan pengurus PKK Kecamatan melihat keindahan pesona alam Sungai Kapur Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu.

"Indahnya alam kampung kita, ternyata lebih indah dan menakjubkan dari tempat wisata daerah lain, mengapa kita harus pergi jauh-jauh untuk menikmati keindahan alam yang asri seperti ini," kata Eva yang sehari-hari adalah Anggota DPRD Provinsi Riau ini saat menelusuri Sungai Kapur Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu, Sabtu (4/6).

Eva mengatakan objek wisata yang ada di Desa Tanjung ini merupakan aset yang sangat berharga yang harus dijaga dan dikembangkan dengan baik, karena ini dapat menjadi daerah tujuan wisata bagi masyarakat baik lokal maupun luar Provinsi Riau bahkan bisa dikunjungi wisatawan mancanegara.

"Keasrian alam yang sejuk dan nyaman ini sangat mendukung untuk pengembangan lokasi wisata yang menjadi dambaan," kata dia.

Kedatangan Eva bersama rombongan PKK didampingi Kepala BNPB, Santoso disambut dan dilayani langsung Camat Koto Kampar Hulu, Niam.

Eva bersama rombongan mengarungi Sungai Kapur dengan menumpangi sampan kayu bermuatan antara delapan sampao 10 orang menelusuri sepanjang aliran sungai yang semakin ke hilir kian mengecil posisi diapit bukit batu kiri kanan yang dilalui.

Bukit-bukit batu itu terlihat begitu indah, sebab batuan bukit itu banyak ragam dan bentuknya, ada yang disebut bukit batu kangkung menyerupai kodok besar, ada lagi namanya batu baidung, bukit batu ini berbentuk seperti patung wajah Raja Mesir, menariknya dialiri air terjun kecil.

Kemudian ada lagi Bukit Batu bernama Ladiong, Batu Tilan dan Batu Gendang.

"Kita sudah mengundang pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar untuk pengembangan objek wisata yang ada di Kecamatan Koto Kampar Hulu ini, rencananya akan dibangun dermaga dan turap supaya mempermudah wisatawan yang datang untuk melakukan perjalanan ditepian sungai Kapur ini," jelas Niam.

Dijelaskan Niam, bahwa lokasi Wisata Sungai Kapur itu sudah banyak dikunjungi masyarakat dari luar Kabupaten Kampar, mahasiswa dan warga dari Pekanbaru.

"Pihak desa dan kecamatan saat ini baru bisa memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada pengunjung sehingga mereka merasa dilayani dengan baik," ujarnya.

Saat ini baru ada enam unit sampan bermuatan 8-10 orang untuk melayani wisatawan sampai ke tujuan. (NTY/jnn)