Foto untuk :

Cerita Program RTMPE Bikin Orang Miskin Jadi Kaya Insyaa Allah Masuk Surga


Pemerintah Kabupaten Kampar melaksanakan pembangunan berdasarkan lima pilar pembangunan Kabupaten Kampar ;

  1. Peningkatan Akhlak dan Moral,
  2. Peningkatan Ekonomi Kerakyatan
  3. Peningkatan Sumber Daya Manusia
  4. Peningkatan Pelayanan Kesehatan
  5. Peningkatan Infrastruktur

Lima pilar pembangunan Kabupaten Kampar itu terumus dalam visi dan misi. Visi Kabupaten Kampar Terciptanya Masyarakat Kampar Yang Madani, berakhlak dan Bermoral menuju kehidupan yang Sehat Sejahtera dan berdaya saing pada tahun 2016“  dan Misi, Berakhlak dan bermoral mencerminkan kehidupan masyarakat yang agamis dan menjunjung tinggi nilai budaya dan menerapkannya dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat.

Titik berat kegiatan pembangunan yang menyentuh kepada masyarakat langsung difokuskan pada pilar kedua “Peningkatan Ekonomi Kerakyatan” melalui program pertanian terpadu yang gencar dilaksanakan oleh pemerintah dengan mencetak petani handal di lokasi Candradimuka Kabupaten Kampar, P4S selama 15 hari mereka digembleng dengan disiplin yang tinggi, dibentengi ilmu agama dan pertanian terpadu, hingga saat ini lebih dari 12 ribu orang  sudah dididik dan dilatih.

Satu harapan besar bupati, bagaimana masyarakat hidup mandiri dan berjiwa entrepreneur, tidak lagi selalu menggantungkan hidup pada pemerintah sehingga tercapailah “Kehidupan yang makmur dan sejahtera” zero kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh dengan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan manusia secara maksimal berbekal ilmu teknologi moderen mampu menghadapi segala tantangan hidup dan kondisi krisis.

Awal tahun 2015 ini Jefry Noer melakukan perjalanan dinas ke luar daerah bukan untuk menghabiskan uang negara atau semata-mata memanfaatkan fasilitas jabatannya sebagai Bupati Kampar. Kunjungan dilakukan bersama Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat dan anggota DPRD, dinas perikanan, pertanian, peternakan, Badan Promosi, BPPTPM, Dinas Perindustrian Perdagangan, Badan Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (BPPKP) juga anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kampar ke Jl Cikerti Kelurahan Padasuka Kecamatan Ciomas Bogor menemui Direktur PT Swen Inovasi Transfer, Sri Wahyuni dan ke beberapa daerah di Indonesia mengintip keunggulan masing-masing dibidang pertanian terpadu.

Di Jawa Timur belajar tentang teknis penggemukan sapi, ke Boyolali, Jawa Tengah belajar budidaya ikan lele, Jawa Barat ke Cirebon dan Brebes cara budidaya bawang merah dan ke LIPI Bogor tujuannya tidak lain untuk membawa oleh-oleh bagi masyarakat.

Selepas itu, maka Jefry Noer mencetuskan konsep baru yang diberi nama Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) berdasarkan hasil Amati Transformasi Modivikasi (ATM) Jefry Noer mencomot seluruh keunggulan daerah yang dikunjunginya. Oleh-oleh study bandingnya dari Bogor belajar mengamati ilmu tentang pengolahan biogas dan biourine,  demi mewujudkan impiannya “Kampar Negeri Termaju,” Jefry Noer ditemani istrinya, Eva Yuliana langsung memboyong Srikandi Biogas ke Kabupaten Kampar untuk melihat lahan yang akan dijadikan pilot project pada lokasi “Candradimuka Kabupaten Kampar, P4S Karya Nyata di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siakhulu  Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kamis sore 29 Januari 2015,  lalu berunding dan hasil bincang-bincangnya di “Meja Bundar Tiga Dara Hotel” itu dirumuskanlah nama program yang ditetapkan menjadi program unggulan Pemerintah Kabupaten Kampar yakni “Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE)” yang direalisasikan dalam bentuk lahan percontohan 1000 M2 dan 1500 M2.

RTMPE merupakan bentuk program lanjutan pelaksanaan pilar kedua pembangunan Kabupaten Kampar, “Peningkatan Ekonomi Kerakyatan” untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program unggulan terbaru yang digagas oleh Bupati,  Jefry Noer ini dimulai sejak Januari 2015 ini tidak lain bagaimana menjadikan tidak lagi hidup miskin atau mewujudkan zero kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh  sekaligus jurus tepat mencapai “Kampar Swasembada Pangan sehingga “Kampar Menjadi Negeri Termaju”  dengan menciptakan sumber pendapatan yang prinsipnya “Pengeluaran Ditekan, Penghasilan Ditambah” seperti yang diceritakannya dalam buku Program RTMPE, "Orang Miskin Jadi Kaya Insyaa Allah Masuk Surga".

Bupati memiliki obsesi besar melalui program pro rakyat itu bagaimana nasib masyarakat Kabupaten Kampar berubah tidak lagi miskin.  Beranjak dari kondisi ekonomi masyarakat saat ini selalu didera persoalan mahalnya bahan bakar , kebutuhan pokok dan harga pupuk melambung maka dibutuhkan  ketersediaan pengolahan lahan kebutuhan pokok dan sumber energy alternative terbarukan salah satunya melalui pemanfaatan kotoran ternak, diolah menjadi biogas dan penghasil pupuk organik yang ramah lingkungan. Program ini diterapkannya sangat pas bagi masyarakat diperdesaan seluruh wilayah Kabupaten Kampar, utamanya bagi yang memiliki lahan lebih kurang 1000 meter persegi sehingga dijadikan program unggulan untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan “Kampar Zero Kemiskinan, Pengangguran dan Rumah Kumuh”.

Program ini menggambarkan sebuah kehidupan rumah tangga masyarakat  yang mampu hidup mandiri memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan usaha keluarga diatas lahan  hanya 1000 M2, semua kebutuhan pokok yang diperlukan sehari-hari dapat terpenuhi seperti daging sapi, daging ayam, ikan lele, bawang merah, cabai  dan sayur mayur (holtikultura). Masyarakat tinggal membeli beras, garam, gula, kopi, minyak goreng bahkan dapat  memperoleh penghasilan sebulan sedikitnya Rp10 sampai Rp25 juta  dari pengolahan kotoran dan urine sapi  yang dikelolah dengan penerapan ilmu dan teknologi moderen menjadi sumber energi terbarukan yang memiliki nilai ekonomi cukup menjanjikan untuk  mewujudkan impian “Orang Miskin Jadi Kaya, Insya Allah Masuk Surga”.

Sebelumnya Jefry Noer sudah mencanangkan program itu bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan dan Swadaya (P4S) mulai tahun 2012 sejak menjabat Bupati Kampar hingga saat ini. Gerakan pengembangan ekonomi kerakayatan dilakukan dalam upaya terus meningkatkan kesejahteraan khususnya di bidang pertanian terpadu. Terobosan baru mantan anggota DPRD Provinsi Riau ini dikemas dalam sebuah kegiatan pembangunan nantinya akan dilaksanakan di 251 desa yang ada di Kabupaten Kampar dan ditularkan untuk siapa saja yang datang dari daerah lain yang belajar ke Kampar.

Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) merupakan sebuah gambaran kehidupan rumah tangga satu keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dari hasil usaha mandiri melalui pemanfaatan ruang atau setiap jengkal tanah di sekitar kita secara maksimal dengan penerapan ilmu dan teknologi moderen.

Dalam lahan percontohan seluas 1000 M2 dan 1500 M2 dibagi untuk pemeliharaan enam ekor sapi bali, kolam ikan lele, Ayam Pedaging Petelur Unggul (APPU), bawang merah, cabai dan sayur mayur termasuk dapur hidup. Dari lahan itu, ternak sapi menjadi sumber penghasilan terbesar bagi masyarakat dengan penerapan ilmu dan teklonogi moderen memanfaatkan limbah sapi menjadi sumber bahan biogas berfungsi sebagai energi alternatif terbarukan pengganti bahan bakar elpiji, minyak tanah atau kayu bakar dan pupuk bagi tanaman yang berkualitas tinggi, melalui proses pengolahan urine sapi dengan peralatan yang telah teruji.

Perhitungan penghasilan masyarakat untuk satu RTMPE dikalkulasikan antara Rp10 juta sampai Rp25 juta perbulan ditambah tabungan anak sapi enam ekor setiap tahun yang dapat digunakan untuk naik haji atau melaksanakan umrah.

Sapi yang dipelihara di lokasi RTMPE sebagai sumber penghasilan terbesar bagi masyarakat sebagai tabungan haji dengan memanfaatkan kotoran padat dan cari dari sapi itu.

Bupati Kampar, Jefry Noer menunjukan dan menceritakan cara pengolahan kencing sapi menjadi pupuk cair bermutu di Lokasi RTMPE Kubang Jaya

Kebun Bawang di lokasi RTMPE sebagai sumber pemenuhan kebutuhan sehari-hari bagi keluarga yang melaksanakan RTMPE.

Bupati Kampar, Jefry Noer membuat lahan percontohan RTMPE di lokasi Pusat Perlatihan Pertanian Perdesaan dan Swadaya (P4S) Karya Nyata Desa Kubang Jaya Kecamatan Siakhulu diatas hamparan lahan seluas 1000 M2 dan 1500 M2 sebagai percontohan untuk masyarakat Kabupaten Kampar yang ingin belajar dan mempraktekkan di desa masing-masing. Dari lahan itu diperhitungan dapat menghasilkan uang berkisar Rp10-Rp25 juta perbulan ditambah tabungan enam ekor anak sapi pertahun.

Cerita ini telah dituangkan dalam sebuah buku berjudul “Orang Miskin Jadi Kaya Insyaa Allah Masuk Surga” ditulis oleh Netty Mindrayani berdasarkan inspirasi Bupati Kampar, H Jefry Noer SH. Buku ini sudah dicetak lebih kurang 1000 eksemplar yang dibagi-bagikan oleh bupati kepada masyarakat dan menjadi buah tangan bagi para pengunjung lokasi candradimuka Kabupaten Kampar, P4S Desa Kubang Jaya Kecamatan Siakhulu dan suluruh tamu-tamu penting yang datang ke Kabupaten Kampar, sampai ke Presiden RI, Jokowidodo saat kunjungannya ke Kabupaten Kampar dilanda bencana kabut asap beberapa waktu lalu.

Buku yang ditulis oleh Netty Mindrayani, S.Sos ini masih jauh dari sempurna, mengingat pembuatannya hanya diberi waktu dua hari dua malam, namun dapat diselesaikan dan menjadi acuan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi tentang pelaksanaan program RTMPE.

“Saya bagikan buku ini untuk masyarakat yang membutuhkan informasi tentang cara bagaimana menerapkan RTMPE itu yang benar sehingga harapan saya masyarakat zero kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh dapat tercapai  dan Kampar menjadi Negeri Termaju,” kata Jefry Noer,  Rabu (20/4/2016).  (*).