Foto untuk : Camat 13 Koto Kampar, Drs Edi Aprizal MSi meninjau lokasi kebun cabai di Desa Batu Bersurat

Camat 13 Koto Kampar Sesalkan Sikap Perusahaan


CAMAT 13 Koto Kampar, Drs Edi Afrizal MSi menyampaikan terima kasih kepada PT Pertamina yang memberikan bantuan pertanian berupa bibit cabai 10 ribu batang, sapi 8 ekor, kandang sapi yang dibangun dikawasan seluas 5 ha untuk masyarakat Desa Batu Bersurat Kecamatan 13 Koto Kampar, namun dia menyesalkan sikap pihak perusahaan yang tidak berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan. "Saya selaku pemerintah kecamatan menyampaikan terima kasih atas terlaksananya program untuk masyarakat ini, meski sebelumnya tidak ada koordinasi dengan pemerintah setempat pihak kelurahan dan kecamatan, dan saya hanya mendapatkan undangan saja, beberapa kali meninjau lokasi tapi tidak menemui orang-orangnya, namun demikian program ini cukup bagus," ujarnya. Mantan Camat Salo ini menyampaikan, kedepan pemerintah setempat bersama masyarakat siap mendukung dan memfasilitas program ini, "saya optimis dapat berjalan baik asal dengan niat dan tulus ikhlas,” ujarnya. Camat, mengingatkan perlunya koordinasi semua UPTD, agar program ini dapat berkelanjutan, dia mengajak masyarakat bersama-sama supaya dapat berjalan dengan baik, jangan sendiri-sendiri, "Apapun kegiatan jangan tinggalkan pemerintah desa dan kecamatan karena berkaitan dengan masyarakat secara langsung, bisa jadi yang handal," kata dia. Dia berharap pihak perusahaan dapat sejalan dengan program pemerintah Kabupaten Kampar dan alumni P4S dapat ikut bersama Flipmas ini, "Program seperti kerjasama antara PT Pertamina dengan Flipmas Indonesia ini sudah dijalankan oleh pemerintah Kabupaten Kampar sejak awal Jefry Noer menjabat sebagai Bupati Kampar," kata Camat saat peresmian Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) di hamparan seluas 5 hektare Desa Batu Bersurat Kecamatan 13 Koto Kampar. Senada dengan itu, Lurah Batu Bersurat, Wancandra menyesalkan kurangnya koordinasi pihak perusahan dengan pemerintah setempat, "Saya sudah menyampaikan sebelumnya agar setiap kegiatan pembangunan dapat dikomunikasikan dan dikoordinasikan, namun pada saat menjelang acara tidak ada sama sekali informasi dan koordinasi, tau-tau saya mendapatkan undangan di tempat saya sendiri, padahal saya bersama camat sebelumnya seharian dilokasi itu, namun pihak panitia diam-diam saja," tukasnya. Saat ini pihak perusahaan telah menanam 10 ribu pokok yang ditargetkan sampai 20 ribu, sapi 8 ekor akan ditambah 10, kandang, pengolahan urine, pakan, 3/4 lahan rumput gajah, pengolahan limbah pasar, jagung, kompos untuk memenuhi kebutuhan kawasan. Dulunya lahan seluas 5 hektare itu, kata Ketua Forum Layanan Iptek bagi masyarakat (Flipmas) untuk wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Fadil Dia katakan, dulunya kawasan itu adalah hutan belantara dan disaat ini ada dua bidang pertanian dan peternakan dikelolah oleh dua kelompok, pertanian dan peternakan sapi dan perusahaan baru memulai program itu baru di Indonesia sejak Januari 2014 mulai program, kata dia dihadapan Danramil, Asril Samit, Kapolsek diwakili Martunus, Sementara itu, Armansyah, Tokoh Masyarakat Desa Batu Bersurat berharap pihak perusahaan dapat membuat program itu berkelanjutan memberikan dan membantu masyarakat. Mantan Lurah Batu Bersurat ini berharap petani-petani yang mengelolah lahan bersinergi dengan program pemerintah, dapat melanjutkan dan merealisasikan ilmu dari Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan dan Swadaya (P4S). Dia menjelaskan bahwa warga masyarakat suah mengembangkan secara swadaya, perikanan, pertanian tanaman cabai dan bawang dan alhamdulilah animo masyarakat cukup tinggi mengembangkan program pertanian. (red/jnn)