Foto untuk : Bupati Jefry Noer Jabarkan pada masyarakat kecamatan Tapung program Pembangunan di lokasi RTMPE

Bupati Jabarkan Program Pembangunan Langsung ke Masyarakat

Kecewa Hasil Pembangunan


Siak Hulu(Jarnas)- Berlatar kekecewaan melihat perkembangan dan hasil yang didapat dari upaya yang dilakukan selama empat tahun menjabat Bupati Kampar, H Jefry Noer merubah pola kerja yang dijalankan yaitu dengan pola penyampaian dan penjelasan langsung pada masyarakat desa.

 

Caranya dengan silaturahmi dan tatap muka langsung kemudian menjabarkan program-program pembangunan agar masyarakat paham, setelah itu membawa masyarakat melihat langsung bagaimana implementasi dilapangan khususnya untuk memajukan ekonomi dan SDM masyarakat dengan program terbarukan Pemda Kampar yaitu melalui program Rumah Tangga mandiri Pangan dan Energi (RTMPE).

 

Karena sejauh ini dari hasil pantauan lapangan, Kekecewaan itu berkenaan dengan terlaksananya program lima pilar pembangunan khususnya pada pilar pertama yaitu  meningkatkan Akhlak dan Moral, pilar kedua peningkatan ekonomi masyarakat, pilar ketiga yaitu peningkatan Sumber daya Manusia dan pilar peningkatan kesehatan serta pilar peningkatan infrastruktur, tetapi tidak mendapati hasil sebagaimana yang diharapkanya.

 

Hal itu dijelaskan Bupati ketika mengadakan acara silaturahmi dengan masyarakat empat desa diantaranya desa Airterbit, Sungai Putih, Pagaruyung, Sibuak dan desa Sari galuh Kecamatan Tapung, rabu  (4/5) yang berlangsung di lokasi Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) Kubang Jaya Kecamatan Siakhulu.

 

Dijelaskan Bupati, kurang berhasilnya atau tercapainya sasaran pembangunan sebagaimana tertuang dalam pilar 1, 2, 3 dan 4 serta pilar ke 5 disebabkan kurangnya kontrol atau pengawasan dari Dinas, Instansi bersangkutan.

 

Namun begitu kita juga tidak dapat menyalahkan sepenuhnya kepada Dinas saja tetapi yang jelas semua pihak yang terlibat dalam mewujudkan hingga berhasilnya pilar-pilar pembangunan tersebut,kata Jefry.

 

Seperti peningkatan akhlak dan moral yang tertuang dalam pilar pertama pembangunan Kampar yang kurang berhasil disebabkan kurang kontrol semua pihak, disisi orang tua yaitu kurang pengawasan terhadap anak dirumah, seperti melaksanakan program magrib mengaji dan mematikan TV di waktu magrib begitu juga di sisi Pemerintah kurang pengawasan berjalannya peraturan Daerah (Perda) wajib mengaji di wilayah Kecamatan sampai ke tingkat Desa, Rw dan RT,ulas Bupati.

 

Bahkan dewasa ini yang sangat mengkhawatirkan maraknya pengguna narkoba dikalangan anak sekolah bahkan sampai kepada penggunanya ke orang tua dan ini sudah sampai ke tingkat Desa peredaran narkoba, hal ini disebabkan kurangnya iman dan pengawasan kepada perkembangan anak,kata Bupati.

 

Begitu juga terhadap peningkatan ekonomi masyarakat yang tertuang pada pilar kedua, walaupun sudah banyak program dijalankan Pemda Kampar untuk peningkatan ekonomi masyarakatnya seperti adanya program pertanian terpadu atau program  P4S, pelatihan menjahit bagi kaum perempuan sampai ke program terbarukan yaitu RTMPE yang dirasakan Bupati Kampar ini.

 

Disebabkan kurangnya pengawasan dari para penyuluh maupun Dinas teknis kepada para petani begitu juga berkenaan dengan pilar ketiga yaitu peningkatan SDM khususnya masyarakat petani di pedesaan, hal yang sama karena kurang berhasilnya di sebabkan kurangnya pengawasan dari kita semua terutama pihak terkait.

 

Kalau sudah begini, kita tidak dapat saling menyalahkan karena akan percuma dan hal itu juga bukan merupakan penyelesaian permasalahan. Akan tetapi lebih baik kita saling introsfeksi diri dan memanfaatkan sisa waktu untuk dapat meyukseskan peningkatan akhlak dan moral, ekonomi masyarakat maupun SDM,ungkap Jefry.

 

Dengan segera menyikapi hal itu, Insyaallah disisa waktu kepemimpinan menjadi Bupati dapat mewujudkan hal itu terutama untuk pencapaian sasaran yang lebih fokus yaitu terwujudnya "zero" atau tidak ada lagi kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh di Kampar.

 

Ke depan pola yang harus diterapkan adalah dengan program membangun ekonomi dan SDM begitu juga Akhlak dan Moral dari bawah, maksudnya dimulai langsung dengan menyampaikan program kepada masyarakat langsung seperti sekarang yang saya lakukan dengan silaturahmi langsung, kemudian menjelaskan apa itu program RTMPE, lalu setelah itu mengajak masyarakat melihat langsung contoh nyata RTMPE itu, untuk ke depan agar masyarakat dapat menerapkan di rumah atau wilayah lahan masing-masing.

 

Bagi yang hanya sanggup untuk ternak sapi, laksanakan atau ternak ayam dahulu, bisa juga disisi pertanian dan perikanannya, semua dapat dimulai dari mana saja dahulu sesuai kemampuan dan kondisinya, kemudian setelah itu diusahakan seperti di RTMPE,terang Bupati.

 

Usai memberi arahan masyarakat, Bupati didampingi Camat Tapung  Rahmat beserta masyarakat diajak meninjau lahan  RTMPE.

 

Dilahan RTMPE, Bupati menjabarkan satu persatu mulai dari lokasi ternak sapi yang mampu menghasilkan pupuk cair dari kencing sapi sampai ke kotoran padat yang menghasilkan pupuk dan penghasil biogas sebagai sumber energi yang dapat digunakan untuk menghasilkan listrik dan untuk memasak dengan kompor gas,kata Bupati.

 

Penghasilan dari komoditi sapi saja mampu menghasilkan puluhan juta dan itu dari enam ekor sapi saja, belum lagi dari anakannya kalau sudah tiga tahun dipelihara tentu sudah banyak pula bahkan hasil dari anak sapi bisa mengantarkan kita umroh atau naik Haji,ulas Bupati.

 

Selain ternak sapi ada juga ternak ayam hingga seratus ekor dapat dipelihara yang dapat menghasilkan 50 sampai 70 butir telur, ada perikanan pola terpal, pertanian sampai keperkebunan rumah jamur.

 

Kalau lahan RTMPE diolah dengan ilmu peternakan, perikanan dan pertanian akan memberi penghasilan hingga puluhan juta sekalipun lahan yang diolah hanya 1 000 meter saja, terang Bupati.

 

Untuk itu mulai sekarang, harus serius mengejar ketertinggalan hingga dapat maju ekonomi dan sejahtera keluarga dan khususnya Kampar dapat terbebas dari pengangguran, kemiskinan dan rumah kumuhnya,pungkas Bupati.(al/jnn)