Foto untuk : Bupati Jefry Noer Pukul Beduk pembukaan MTQ ke 47 di Kecamatan Salo

Bupati : MTQ Ajang Perbaikan Akhlak dan Moral


Salo (Jarnas)- Bupati Kampar, Jefry Noer mengharapkan pelaksanaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) menjadi ajang perbaikan akhlak dan moral generasi bangsa dalam mensyiarkan alquran pada kehidupan sehari-hari. "Jadikan MTQ tempat perbaikan akhlak dan moral bagi generasi bangsa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga lahir penerus cita-cita pembangunan mencapai kemajuan dan kesejahteraan,"kata Bupati saat membuka secara resmi pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Kampar ke-47 di Kecamatan Salo, Selasa malam (24/5). Jefry mengatakan MTQ jangan hanya dijadikan untuk mendapatkan juara namun bagaimana memasyarakatkan membaca dan mengamalkan alqur'an dalam kehidupan sehari-hari itu yang lebih penting. "Membaca dan mengamalkan alquran itu lebih penting dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana semuanya mampu mengajak membiasakan pengamalannya terhadap diri sendiri juga masyarakat," Dia katakan, kalau peserta hanya mencari juara dan berharap bisa dikirim ke MTQ tingkat Provinsi Riau menurutnya sama dengan menyiram garam ke lautan, tidak ada manfaatnya. "Mari kita semua betul-betul menjadikan MTQ sebagai ajang memperbaiki diri, apalagi saat ini Kampar darurat narkoba, narkoba dimana-mana bahkan ada kampung yang 75 persen masyarakatnya terkena narkoba, penyakit masyarakat (Pekat) tidak berkurang, artinya MTQ tidak ada kesan baik terhadap kehidupan masyarakat terutama untuk perbaikan akhlak dan moral anak bangsa sebagai generasi penerus masa depan yang cerah dan cemerlang," ujarnya. Bupati berharap, MTQ mampu memberi kesan perubahan baik, dapat melahirkan generasi harapan bangsa sehingga anggaran yang begitu besar tidak sia-sia. "Kesan perubahan itu, peserta dapat membawa amalan alquran ke kecamatan masing-masing, diterapkan bagaimana setiap maghrib tidak ada lagi anak-anak yang keluyuran, semua menjalankan syiar Islam, baca dan amalkan," kata dia. Mantan anggota DPRD Provinsi Riau ini berharap kepada juri dan pengawas supaya tidak ada peserta yang bajakan atau disewa untuk mendapatkan juara atau sekedar nama bagi desa dan kecamatan yang mengikuti lomba MTQ itu. "Ajak peserta anak-anak tempatan di kecamatan masing-masing bukan bajakan atau didatangkan dari luar supaya dapat juara, yang terpenting itu syiar alquran dan ajaran agama itu mampu membawa perubahan yang lebih baik. Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama, H Fairus mengajak masyarakat menjadikan alquran dan agama sebagai pedoman atau landasan hidup pribadi juga masyarakat. "Pilar pertama pemerintah Kabupaten Kampar dalam perbaikan akhlak dan moral sangat identik dengan pembangunan agama, bukan saja pembangunan sarana prasarana bidang agama tetapi juga dalam menciptakan generasi berakhlak mulia," kata dia. (lan/jnn)